Setelah lebih dari lima tahun menjelajahi permukaan Mars yang tandus, penjelajah Perseverance milik NASA menemukan bukti paling menarik tentang kemungkinan kehidupan mikroba purba di Planet Merah.

Dalam studi baru yang diterbitkan di jurnal Science Advances, para ilmuwan mengonfirmasi bahwa Perseverance menemukan batuan yang mengandung "materi organik kompleks" di dua batuan dalam formasi bernama Bright Angel.

>>> Pusat Data AI Picu Inflasi Gelombang Ketiga, Beban Baru bagi Konsumen

Formasi tersebut terletak di dalam Kawah Jezero, yang diyakini para ilmuwan sebagai dasar danau purba yang mengering miliaran tahun lalu.

Para ilmuwan menemukan bahwa sampel dari batuan yang ditemukan Perseverance pada tahun 2024 mengandung karbon makromolekul (MMC), yaitu jaringan besar atom karbon yang umum ditemukan di batuan Bumi yang mengandung karbon biologis fosil dan meteorit.

Analisis awal batuan tersebut menjadi berita utama tahun lalu setelah NASA mengumumkan telah melihat "potensi biosignature", menunjuk pada "bintik macan tutul" yang mungkin ditinggalkan oleh kehidupan mikroba.

Studi terbaru memperkuat kasus tersebut dengan mengonfirmasi deteksi MMC di batuan menggunakan salah satu instrumen ilmiah Perseverance yang mendeteksi komposisi dengan menyinari laser ultraviolet.

"Pengukuran dua batuan lumpur menunjukkan ratusan deteksi organik, menjadikannya deteksi organik paling kuat di Kawah Jezero sejauh ini, dan sepengetahuan kami, satu-satunya deteksi karbon makromolekul pada permukaan batuan alami di Mars," demikian bunyi makalah tersebut.

Namun, para ilmuwan mengingatkan bahwa MMC dapat terbentuk melalui proses biotik maupun abiotik, sehingga belum dapat dipastikan sebagai bukti kehidupan.

"Meskipun mekanisme pembentukan spesifik MMC yang terdeteksi di batuan lumpur Bright Angel masih belum diketahui, ini tetap menjadi salah satu temuan paling menarik hingga saat ini," kata rekan penulis dan peneliti pascadoktoral Planetary Science Institute, Ashley Murphy, dalam sebuah pernyataan.