Ia menyebut penemuan ini sebagai "kemenangan gemilang bagi ilmu pengetahuan Mars."

MMC juga mungkin berasal dari luar angkasa, bisa dari meteorit atau debu kosmik, proses abiologis seperti reaksi hidrotermal, atau bersifat biologis, seperti yang dijelaskan oleh ilmuwan planet Universitas Washington, Paul Byrne, kepada Science News.

>>> Jungkook BTS Cetak Sejarah, Lagu Seven Tembus 3 Miliar Stream di Spotify

Para ilmuwan menduga bahwa sedimen berbutir halus yang terbawa air melalui saluran sungai purba mengeras menjadi batuan yang dianalisis Perseverance menggunakan instrumen SHERLOC.

Para ilmuwan heran bagaimana MMC dapat terawetkan hanya beberapa mikron dari permukaan, mengingat lingkungan Mars yang ekstrem.

"Lingkungan permukaan Mars mencakup radiasi dan oksidan kimia yang merusak bahan organik, dan simulasi laboratorium di Bumi telah menunjukkan bahwa waktu bertahan organik dalam kondisi mirip Mars bergantung pada faktor seperti jenis molekul organik dan mineral di sekitarnya," jelas Murphy.

"MMC yang terdeteksi di batuan lumpur Bright Angel tahan terhadap degradasi dan/atau telah cukup terlindungi oleh mineral lain, seperti lempung atau tanah kaya zat besi Mars," tambahnya.

Ini menjadi babak baru yang menarik dalam upaya menyelidiki permukaan Mars untuk mencari bukti kehidupan mikroba purba.

Menariknya, lebih dari 3.200 kilometer jauhnya, penjelajah Curiosity NASA juga mendeteksi molekul organik, meningkatkan kemungkinan bahwa kehidupan mungkin pernah tersebar di area yang luas.

Namun, untuk memastikan keberadaan kehidupan mikroba, sampel harus dikirim kembali ke Bumi, sebuah rencana yang sangat rumit dan mahal yang kini menjadi bola politik.

"Muatan sains penjelajah Perseverance tidak dirancang untuk membedakan antara organik yang terbentuk melalui proses abiotik dan biotik, tetapi dipilih untuk mengidentifikasi batuan menarik yang akan dikumpulkan untuk kemungkinan dikembalikan ke Bumi untuk pengujian yang lebih ketat," kata rekan penulis dan ilmuwan peneliti NASA Jet Propulsion Lab, Kyle Uckert, kepada Space.

com.

>>> SELAMAT! Kalista Iskandar Finalis Puteri Indonesia 2020 Resmi Menikah dengan Timothy Daniel pada Minggu, 28 Juni 2026

Sayangnya, setelah bertahun-tahun dalam status hidup segan mati tak mau, pemerintahan Trump secara efektif membatalkan misi pengembalian sampel yang diusulkan NASA, yang berarti akan memakan waktu lebih lama untuk mendapatkan jawaban lebih lanjut.