Saya telah menggunakan Google Chrome sejak pertama kali diperkenalkan, tetapi kini bukan satu-satunya browser yang saya andalkan.

Perubahan dimulai ketika saya beralih dari desktop kelas atas ke laptop untuk penggunaan sehari-hari.

>>> Cara Cepat Dapat Saldo DANA Tambahan dengan Nonton Film di Aplikasi 2026

Beralih ke laptop membuat saya mengerti mengapa banyak pengguna menyebut Chrome sebagai 'pemboros memori' yang memperlambat PC.

Masalah ini sudah saya alami sejak masa pandemi COVID-19, meskipun Chrome kini sudah lebih baik.

Google telah mengambil langkah serius untuk mengatasi keluhan utama pengguna di masa lalu.

Saya sangat senang ketika perusahaan memperkenalkan fitur Memory Saver pada tahun 2023 untuk mengurangi masalah pemborosan memori.

Saya segera mengaktifkan fitur tersebut setelah menerima pembaruan Chrome 110 dan langsung merasakan perbedaannya.

Hanya dengan mengubah satu pengaturan di Google Chrome, browser ini berhenti memperlambat laptop saya.

Mengapa Chrome Memperlambat Laptop Saya?

Laptop saya tidak sekuat desktop, tetapi saya tetap menggunakannya sebagai perangkat utama karena lebih portabel.

Saya tidak akan terlalu merindukan desktop selama tidak menjalankan Chrome dengan banyak tab terbuka, yang jarang terjadi.

Semakin banyak tab yang saya buka di Chrome, semakin lambat laptop terasa, dan saya tidak bisa berbuat banyak selain menutup beberapa tab.

Bahkan menutup tab pun terasa sulit saat laptop melambat.

Saya tidak memasang ekstensi berat di Chrome, jadi hanya tab berlebihan yang menjadi penyebab perlambatan.

Setiap tab aktif mengonsumsi memori, tetapi jumlah RAM yang digunakan tergantung pada konten yang dimuat.

Lama tab terbuka juga menjadi faktor penting.

Karena banyak melakukan riset online, saya sering membuka banyak tab sekaligus, termasuk artikel berat iklan, video YouTube, dan aplikasi web desain grafis seperti Figma.