CEO Softbank Masayoshi Son dengan tegas membantah kekhawatiran akan adanya gelembung kecerdasan buatan (AI).

Dalam rapat umum tahunan perusahaannya pekan ini, Son menyebut anggapan tersebut sebagai penistaan terhadap AI.

>>> Miliarder AI Mulai Khawatir Saat Publik Berbalik Melawan Mereka

"Saya pikir itu adalah penistaan terhadap AI jika Anda mengatakan itu gelembung," ujarnya seperti dikutip Reuters.

Menurut Son, potensi AI baru akan terbuka dan saat ini baru permulaan.

Softbank telah berkomitmen menginvestasikan lebih dari $64 miliar di OpenAI, menjadikannya investor terbesar.

Son sebelumnya juga menyebut revolusi AI saat ini 10 hingga 50 kali lebih besar dari gelembung dot-com pada akhir 1990-an.

Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan adanya koreksi pasar.

"Mungkin ada koreksi, tapi itu akan menjadi peluang investasi terbaik bagi saya," kata Son.

>>> Fakta Mengejutkan P.O Block B: Ternyata Anak CEO dan Punya Paman Psikiater Ternama

Keyakinan Son tidak sepenuhnya didukung oleh internal Softbank.

Laporan Bloomberg bulan lalu mengungkapkan kekhawatiran sejumlah pihak di Softbank atas komitmen dana besar ke OpenAI.

Mereka menilai Son terpesona oleh CEO OpenAI Sam Altman dan khawatir kesepakatan itu bisa berakhir buruk.

OpenAI sendiri disebut membakar uang tunai dengan laju mengkhawatirkan dan kesulitan menjaga kinerja.

Son memang pernah memimpin Softbank melewati krisis dot-com dan pandemi COVID-19, namun rekam jejaknya tidak sempurna.

Softbank sebelumnya melakukan investasi besar di WeWork yang akhirnya bangkrut pada 2019.

>>> Jungkook BTS Buka Suara soal Rumor Kencan dan Rencana Pernikahan

Kekhawatiran muncul bahwa investasi besar-besaran di AI bisa bernasib serupa.