CBP Disinyalir Menumpuk, Pengamat Sebut Dilema Distribusi Bulog
Penumpukan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Perum Bulog diduga dipicu oleh tidak optimalnya penerapan sistem First In, First Out (FIFO) dalam pengelolaan persediaan.
Kondisi ini dinilai berisiko mengganggu rotasi stok, terutama setelah muncul sorotan mengenai kualitas beras yang diduga mulai berubah warna akibat terlalu lama tersimpan.
>>> OpenAI Tunda IPO hingga 2027, Anthropic Berpeluang Salip Lebih Dulu
Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Eliza Mardian, mengatakan indikasi kegagalan sistem FIFO sangat mungkin terjadi jika melihat manajemen persediaan Bulog di sejumlah divisi regional (Divre).
“Kegagalan FIFO ini sangat mungkin terjadi.
Kalau berkaca ke manajemen persediaan Bulog di berbagai divre seperti Makassar, Surakarta, dan lainnya itu secara konsisten ada penumpukan stok karena uncertain offtake,” kata Eliza kepada Warta Ekonomi, Sabtu (27/6/2026).
Pernyataan tersebut merespons sorotan Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto dalam rapat dengar pendapat bersama Kementerian Pertanian pada 10 Juni 2026.
Saat itu, Titiek menyebut terdapat cadangan beras pemerintah yang menumpuk di gudang Bulog hingga diduga berubah warna menjadi putih tua.
Menurut Eliza, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan stok, tetapi juga perubahan pola penyaluran beras pemerintah sejak program Beras Sejahtera (Rastra) bertransformasi menjadi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Ia menjelaskan, perubahan skema bantuan tersebut membuat Bulog kehilangan pasar yang selama ini menyerap stok beras secara rutin dalam jumlah besar.
“Bulog jadinya kehilangan captive demand volume besar yang sebelumnya menjamin rotasi stok otomatis,” ujarnya.
Dalam kondisi tersebut, Bulog dinilai lebih banyak mengandalkan penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk mengurangi penumpukan cadangan beras pemerintah.
Update Terbaru
Memahami Peran 3 Sektor Utama CISCE 2026 dalam Transisi Energi Hijau
Minggu / 28-06-2026, 01:33 WIB
Cara Cek Pencairan Bansos PKH dan BPNT 2026 dengan 3 Syarat Utama
Minggu / 28-06-2026, 01:32 WIB
5 Plugin Komunitas yang Membuat Obsidian Mobile Lebih Sempurna
Minggu / 28-06-2026, 01:22 WIB
Tersangka Percobaan Pembunuhan Berusia 85 Tahun Meninggal dalam Tahanan
Minggu / 28-06-2026, 01:21 WIB
Polisi Tembak Tersangka Usai Laporan Ancaman dan Kebakaran di Apartemen Cortez Hill
Minggu / 28-06-2026, 01:21 WIB
3 Keuntungan Menggunakan Mobil Hybrid untuk Harian
Minggu / 28-06-2026, 01:17 WIB
Honor of Kings: Klaim 4000 Token Voucher Gratis di Event Peak Day Hari Ini!
Minggu / 28-06-2026, 01:17 WIB
XLSMART Operasikan 300 BTS 5G di Kalimantan, Trafik Data Naik 12%
Minggu / 28-06-2026, 01:14 WIB
Kemenko Kumham Imipas Jamin Perlindungan Hukum Dokter, Keselamatan Pasien Meningkat
Minggu / 28-06-2026, 01:14 WIB
Stevie Nicks dan Tim McGraw Dikabarkan Tampil di Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce
Minggu / 28-06-2026, 01:12 WIB
Pendiri Stripe: Gen Z Perlu Punya 2 Ijazah untuk Bertahan di Era AI
Minggu / 28-06-2026, 01:12 WIB
Prediksi Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Lolos ke 32 Besar
Minggu / 28-06-2026, 01:12 WIB
Menteri Swedia Bawa Bayi ke Rapat Uni Eropa, Viral
Minggu / 28-06-2026, 01:07 WIB
Nintendo Tambah 300 Karyawan Tetap, Total Karyawan Capai 5.938 Orang
Minggu / 28-06-2026, 01:07 WIB






