Kekhawatiran bahwa kecerdasan buatan (AI) akan menggantikan sejumlah pekerjaan semakin nyata. Hal ini membuat para pencari kerja, terutama Generasi Z, semakin sulit bersaing.

John Collison, salah satu pendiri platform pembayaran online Stripe, menawarkan solusi. Menurutnya, mengambil dua jurusan kuliah sekaligus bisa menjadi cara terbaik untuk menonjol di era AI.

in1

>>> Prediksi Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Lolos ke 32 Besar

Collison mengatakan kombinasi dua bidang ilmu yang berbeda dapat memberi keunggulan besar bagi pekerja muda. Hal ini terutama ketika teknologi membuat banyak proses kerja menjadi lebih efisien.

"Kalau Anda paham software dan paham keuangan, atau paham software dan paham marketing, Anda bisa sangat meningkatkan seluruh marketing funnel perusahaan," kata Collison seperti diberitakan Fortune.

Ia percaya lulusan dengan dua bidang keahlian akan lebih siap membangun karier yang sukses. Kemampuan beradaptasi dan spektrum keterampilan yang luas menjadi modal penting untuk tetap relevan.

Pandangan Collison bukanlah hal baru.

Ia menyebut gagasan tentang pentingnya berpikir lintas disiplin sudah lama digaungkan oleh generasi tokoh bisnis sebelumnya, termasuk mendiang investor legendaris Charlie Munger.

Munger, yang merupakan tangan kanan Warren Buffett dan lama menjabat sebagai wakil ketua Berkshire Hathaway, dikenal sebagai sosok yang mendorong pentingnya wawasan multidisiplin.

Sepanjang kariernya, nilai dari penguasaan di banyak bidang tak pernah pudar.

"Charlie Munger berbicara tentang pentingnya menjadi multidisipliner," ucap Collison. Ia menambahkan bahwa memahami berbagai bidang kini jauh lebih mudah.

>>> Menteri Swedia Bawa Bayi ke Rapat Uni Eropa, Viral

"Anda bisa membaca buku sekarang atau berbicara dengan AI tentang itu. Saya pikir para pemikir multidisiplin akan tampil sangat baik," kata Collison lagi.