Dibutuhkan lebih banyak lulusan humaniora

Pandangan serupa juga datang dari kalangan eksekutif lain di Silicon Valley.

Daniela Amodei, presiden sekaligus salah satu pendiri perusahaan AI Anthropic, menilai keterampilan interpersonal akan makin penting dalam era kolaborasi dengan AI.

in1

Para talenta dengan latar belakang pendidikan liberal arts—yang mencakup humaniora, ilmu alam, sosiologi, hingga seni—akan memiliki keterampilan paling lengkap untuk sukses.

Menurut Amodei, pendidikan humaniora memberi bekal yang lebih seimbang karena AI sudah sangat kuat di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika.

Soft skill seperti kecerdasan emosional, komunikasi, dan rasa ingin tahu menjadi makin bernilai.

"Saya pikir gagasan bahwa ada hal-hal yang membuat kita unik sebagai manusia, memahami diri kita sendiri, memahami sejarah, memahami apa yang membuat kita termotivasi, saya pikir itu akan selalu sangat, sangat penting," tutur Amodei.

>>> Nintendo Tambah 300 Karyawan Tetap, Total Karyawan Capai 5.938 Orang

Ia menambahkan, kemampuan berpikir kritis dan belajar bagaimana berinteraksi dengan orang lain akan jadi lebih penting di masa depan, bukan sebaliknya.