Kanker pankreas dikenal sebagai salah satu jenis kanker yang paling sulit dideteksi sejak dini.

Organ pankreas yang tersembunyi di belakang lambung membuat gejalanya sering tidak disadari hingga stadium lanjut.

>>> Mengapa Peradaban Kuno Membangun Monumen yang Masih Misterius bagi Sains

Di Prancis, sebanyak 16.000 kasus baru kanker pankreas didiagnosis pada tahun 2023. Angka ini terus meningkat dan telah tiga kali lipat dalam 20 tahun terakhir.

Pada 80 hingga 90 persen kasus, kanker ini baru terdeteksi saat sudah mencapai stadium lanjut. Rata-rata usia diagnosis pada wanita adalah 74 tahun, sedangkan pada pria 70 tahun.

Apa Itu Pankreas dan Fungsinya?

Pankreas adalah kelenjar berbentuk segitiga memanjang yang terdiri dari tiga bagian utama: kepala, badan, dan ekor. Organ ini terletak di belakang lambung.

Pankreas memiliki dua fungsi utama. Pertama, sel eksokrin menghasilkan enzim penting untuk mencerna lemak dan protein.

Kedua, sel endokrin memproduksi hormon seperti insulin dan glukagon yang mengatur kadar gula darah.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Kanker pankreas sering tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Namun, ketika gejala muncul, ada beberapa tanda yang tidak boleh diabaikan.

Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, nyeri perut terutama di sekitar lambung, kehilangan nafsu makan, serta kelelahan dan kelemahan yang terus-menerus merupakan gejala utama.

Kanker pankreas juga dapat memicu diabetes baru atau memperburuk diabetes yang sudah ada.

Jika tumor terletak di kepala pankreas, gejala seperti mual, muntah setelah makan, tinja berlemak, dan diare kronis bisa muncul.

Penyakit kuning atau jaundice, yang ditandai dengan menguningnya mata dan kulit, juga bisa menjadi tanda tumor di kepala pankreas.