Pemerintah menyesuaikan pagu anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026 menjadi Rp268 triliun dari alokasi awal Rp335 triliun.

Langkah koreksi fiskal ini dilakukan berdasarkan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz pada Jumat (12/6/2026).

>>> Lionel Messi Tempati Kamar Khusus di Origin Kansas City Riverfront

Kementerian Keuangan mencatat realisasi penyerapan dana program ini terus mengalami kenaikan di lapangan.

Hingga akhir Mei 2026, total dana yang terserap sudah mencapai Rp88,15 triliun, atau melonjak sebesar 17,53% jika dibandingkan dengan posisi pada April 2026 yang berada di angka Rp75 triliun.

Total penerima manfaat dari program ini tercatat mencapai 63,13 juta jiwa di berbagai wilayah.

Sebanyak 48,9 juta orang merupakan kelompok siswa, sedangkan 14,3 juta sisanya menyasar kelompok non-siswa yang terdiri atas ibu hamil, ibu menyusui, serta anak balita.

Penyesuaian Anggaran Hasil Perhitungan Cermat

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa penyesuaian ini merupakan hasil perhitungan yang lebih cermat di lapangan dan bukan bentuk pemangkasan paksa.

Saat ini, koordinasi intensif terus berjalan bersama Kementerian Keuangan dan Badan Gizi Nasional (BGN).

"Bukan pemangkasan ya, tapi dari hasil perhitungan, kita meyakini akan ada pengurangan kebutuhan anggaran dari program makan bergizi gratis ini," ungkap Prasetyo kepada awak media dalam konferensi pers peningkatan kualitas layanan MBG dan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) terpencil di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Pemerintah kini tengah menata ulang seluruh sistem distribusi serta implementasi program secara menyeluruh.

Penataan SPPG difokuskan pada wilayah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T) untuk memangkas biaya operasional tanpa menurunkan kualitas gizi.

"Makanya kami minta waktu untuk juga menghitung dengan Kementerian Keuangan maupun dengan BGN," tambahnya.