Penyakit diabetes tipe 2 yang selama ini identik dengan usia lanjut kini mulai banyak menyerang remaja di Indonesia.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan kasus diabetes tipe 2 bahkan telah ditemukan pada anak usia Sekolah Menengah Pertama (SMP).

>>> Huawei Resmi Luncurkan HarmonyOS 7 dengan Desain Spasial dan AI sebagai Fondasi

Pernyataan itu disampaikan Dante saat memberikan sambutan dalam acara Canisius Health Expo 2026 di Kolese Kanisius, Minggu (24/5/2026).

Menurutnya, peningkatan kasus diabetes tipe 2 pada usia muda tidak hanya dipengaruhi faktor genetik, tetapi juga perubahan gaya hidup.

"Dulu diabetes tipe 2 identik dengan usia 40 atau 50 tahun ke atas.

Tetapi hari ini kita mulai melihatnya muncul pada remaja, bahkan beberapa kasus pada anak usia SMP," ungkap Dante dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (14/6/2026).

Pemicu Diabetes pada Remaja

Ia menjelaskan, sejumlah faktor berkontribusi terhadap meningkatnya kasus diabetes pada remaja.

Antara lain rendahnya aktivitas fisik, tingginya durasi penggunaan gawai atau screen time, kurang tidur, serta konsumsi makanan dan minuman tinggi gula maupun makanan ultra-proses secara berlebihan.

Selain itu, tekanan mental yang dihadapi remaja masa kini turut memperburuk kondisi tersebut.

Ironisnya, diabetes tipe 2 pada remaja cenderung berkembang lebih cepat dan lebih agresif dibandingkan pada orang dewasa.

Menghadapi ancaman tersebut, Dante menegaskan bahwa solusi utama bukan hanya obat-obatan, melainkan perubahan kebiasaan yang dimulai dari rumah.

"Ini bukan untuk menakut-nakuti. Pencegahan harus dimulai sekarang.

>>> Timnas Jepang Targetkan Juara di Piala Dunia 2026

Makan bersama, tidur cukup, mengurangi waktu di depan layar, dan aktif bergerak bersama keluarga," tegasnya.