Pengguna Android diminta untuk memeriksa aplikasi di ponsel mereka. Sejumlah aplikasi terindikasi menjalankan aktivitas berbahaya di latar belakang.

Peringatan ini muncul setelah peneliti keamanan mendeteksi aplikasi yang terlibat dalam penipuan iklan, pendaftaran layanan berbayar tanpa izin, hingga penyalahgunaan data pribadi.

>>> Cara Membuat Udang Saus Padang Rumahan Ala Warung Seafood

Beberapa aplikasi tersebut sempat tersedia di Google Play Store dan telah diunduh jutaan kali.

Mereka menyamar sebagai utilitas berguna seperti pemindai dokumen, pengunci aplikasi, wallpaper, atau alat bantu sederhana.

Setelah terpasang, aplikasi mulai menjalankan operasi tersembunyi.

Salah satu malware yang dikenal adalah Joker, yang masuk dalam kategori fleeceware dan menarik biaya langganan mahal untuk layanan minim.

Daftar Aplikasi Berbahaya

Berikut enam aplikasi yang harus segera dihapus jika masih terpasang: Safety AppLock, Convenient Scanner 2, Push Message - Texting & SMS, Emoji Wallpaper, Separate Doc Scanner, dan Fingertip GameBox.

>>> Film Horor Alas Roban Tayang Januari 2026, Michelle Ziudith Bintangi

Google telah menghapus aplikasi tersebut dari Play Store, namun pengguna yang sudah mengunduh harus menghapusnya secara manual. Penghapusan dari toko aplikasi tidak otomatis menghilangkan aplikasi dari perangkat.

Langkah Pencegahan

Selain menghapus aplikasi mencurigakan, periksa daftar langganan aktif di akun Google Play. Pastikan tidak ada tagihan layanan berbayar yang berjalan tanpa sepengetahuan.

Google terus memperkuat keamanan Android dan Play Store melalui pembaruan sistem.

Fitur Play Protect ditingkatkan dan sistem peringatan baru dirancang untuk memberi notifikasi jika aplikasi dihapus dari Play Store.

>>> Ombudsman dan Akademisi Kritisi Sistem Seleksi Sekolah Unggul Lampung

Meski demikian, pakar keamanan mengingatkan bahwa aplikasi berbahaya masih bisa lolos ke toko resmi. Pengguna disarankan meneliti ulasan, memperhatikan izin akses, dan menghindari instalasi dari sumber tidak resmi.