Kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz disambut dengan kehati-hatian oleh para pemilik kapal tanker dan pedagang pada Senin (15/6/2026).

Para pelaku industri maritim global memilih menunggu rincian lebih lanjut guna memastikan keamanan jalur perdagangan energi vital itu.

>>> Jadwal Bioskop Trans TV 16 - 21 Juni 2026

Hambatan operasional dan ketidakpastian kondisi keamanan menjadi alasan utama munculnya sikap waspada tersebut.

Penutupan jalur selama konflik telah memicu gangguan perdagangan energi global, memutus akses produsen minyak mentah terbesar, hingga memaksa penggunaan transit rahasia.

Aktivitas di selat tersebut dilaporkan sangat minim saat kabar kesepakatan menyebar, kecuali satu kapal tanker gas alam cair (LNG) bernama Disha yang sedang menguji perairan.

Berdasarkan data Kpler, terdapat hampir 600 kapal yang terjebak di Teluk Persia dan siap keluar, sementara ratusan kapal kosong lain bersiap masuk dari sisi luar.

Situasi di lapangan diperumit oleh potensi bahaya ranjau air serta sejarah penyitaan kapal oleh pasukan Iran pada bulan-bulan sebelumnya.

Pemilik kapal kini harus memperhitungkan rute aman dan perlindungan asuransi sebelum melakukan pelayaran kembali melalui koridor sempit tersebut.

>>> Khutbah Jumat 19 Juni 2026 Ingatkan Bahaya Waswas dan OCD, Dzikir Jadi Benteng Menjaga Ketakwaan

Kekhawatiran Risiko Keselamatan

Direktur Utama Obsidian Risk Advisors Brett Erickson mengatakan industri maritim memahami risiko yang ada.

"Mereka tahu bahwa satu kesalahan perhitungan, satu serangan, atau satu keputusan politik dapat menimbulkan gesekan baru dan membahayakan nyawa mereka," ujar Erickson.

Dari ratusan kapal yang terjebak di dalam Teluk Persia, sebagian besar merupakan kapal tanker pengangkut komoditas berharga.

Data intelijen Kpler mencatat ada sekitar 98 kapal tanker minyak mentah dan 88 kapal pengangkut produk minyak mentah kotor yang masih tertahan.

Analis minyak mentah senior di Kpler Muyu Xu menilai pergerakan awal akan dimulai oleh para pelaku usaha yang memiliki toleransi risiko lebih tinggi.

"Kita mungkin akan melihat kapal-kapal bergegas keluar begitu Iran membuka gerbang," kata Xu.

>>> Prabowo Kumpulkan Menteri Bahas Strategi Ekonomi dan Investasi

Namun, kepastian mengenai langkah pengawasan yang akan diterapkan oleh pemerintah Teheran di pintu gerbang selat tersebut masih dinantikan oleh pasar.