Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sejumlah anggota Kabinet Merah Putih di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Minggu (14/6/2026).

Pertemuan tersebut fokus membahas strategi ekonomi nasional. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membenarkan adanya rapat strategis bersama Kepala Negara.

>>> Tyra Banks Gugat Netflix atas Manipulasi Wawancara di Dokumenter

"Biasa, ngobrolin strategi ekonomi," kata Purbaya di Kompleks Parlemen, Senin (15/6/2026). Ia belum bersedia menjabarkan hasil pertemuan secara mendetail.

Sejumlah pejabat yang hadir meliputi Menteri ESDM, Menteri Keuangan, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kepala Badan Pengaturan BUMN, Menteri Sekretaris Negara, dan Sekretaris Kabinet.

Laporan Investasi dari Luar Negeri

Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo menerima laporan dari Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani.

Laporan tersebut mengenai hasil kunjungan kerja ke Amerika Serikat, Eropa, dan Asia.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa hasil kunjungan kerja tersebut membawa sentimen positif. Kepercayaan dunia internasional terhadap iklim investasi di Indonesia menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.

>>> Spanyol vs Cape Verde di Laga Perdana Grup H Piala Dunia 2026

"Laporan tersebut menunjukkan fakta dan data valid meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia, yang tercermin dari tingginya minat dan masuknya investasi ke berbagai sektor strategis nasional," ujar Teddy dalam keterangan resmi.

Menanggapi capaian tersebut, Presiden Prabowo menginstruksikan jajarannya untuk membuka data perkembangan investasi secara transparan kepada publik. Langkah ini diambil agar masyarakat mendapatkan gambaran utuh mengenai prospek ekonomi nasional.

"Presiden juga memerintahkan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani agar data positif tersebut disampaikan kepada publik secara terbuka pada siang ini, Senin (15/6/2026), di Istana Merdeka," ujar Teddy.

Kebijakan publikasi data ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menerapkan tata kelola yang terbuka dan akuntabel.

>>> Timnas Inggris Waspada Ancaman Tornado di Kansas City

Langkah tersebut sekaligus untuk membangun optimisme publik di tengah dinamika ekonomi global.