Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat signifikan pada akhir perdagangan Jumat (12/6/2026). Indeks melesat 121,62 poin atau 2,07% ke posisi 6.007,65.

Praktisi Pasar Modal sekaligus Pendiri WH-Project, William Hartanto menilai pergerakan indeks secara teknikal masih berada dalam fase pengujian level psikologis 6.000.

>>> UFC Beri Bonus Petarung Pakai Kripto WLF di Gedung Putih

Menurutnya, level tersebut belum sepenuhnya ditembus dengan kuat meski penutupan sudah sedikit di atas angka itu.

William juga menilai kondisi indeks belum sepenuhnya mengalami pembalikan arah atau reversal.

Tren pergerakan besarnya masih menunjukkan penurunan, dengan area resistance penentu pembalikan arah berada pada level 6.200.

Kemunculan pola Shooting Star pada candle akhir pekan lalu mengindikasikan adanya tekanan jual dari investor yang melakukan aksi ambil untung atau profit taking.

"Bisa disimpulkan peluang IHSG untuk melanjutkan penguatan masih terbuka. Namun di awal pekan kemungkinan masih mixed karena adanya pengujian level psikologis 6.000," kata William.

William Hartanto memprediksi laju pergerakan indeks akan berada pada rentang level 5.914 hingga 6.100 untuk perdagangan Senin (15/6/2026).

>>> Timnas Portugal Kenakan Gelang Khusus untuk Hormati Diogo Jota di Piala Dunia 2026

Terkait pilihan saham, ia merekomendasikan aksi beli terhadap saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan target harga Rp 162 sampai Rp 166 per saham.

Selain itu, investor juga disarankan membeli saham PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) dengan target harga pada kisaran Rp 760 hingga Rp 800 per saham.

Proyeksi lain datang dari Head of Research and Education Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan.

Ia memperkirakan indeks berpotensi bergerak dalam rentang support 5.900 hingga 6.000 dan resistance pada kisaran 6.150 sampai 6.220 untuk pekan depan.

Secara teknikal, MACD membentuk Golden Cross sehingga terjadi pembentukan histogram positif. Namun Stochastic RSI berada di area overbought dan berpotensi terjadi Death Cross.

Pergerakan pasar saham ke depan juga akan dipengaruhi oleh sentimen domestik. Para pelaku pasar menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18 Juni 2026.

>>> Pantai Gading vs Ekuador: Panggung Rivalitas Pemain Sunderland di Piala Dunia 2026

Berdasarkan data konsensus, Bank Indonesia diproyeksikan menaikkan suku bunga BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%.