Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan diperkirakan bergerak di rentang support 5.900-6.000 dan resistance 6.150-6.220 untuk perdagangan Senin (15/6/2026).

Proyeksi ini didorong oleh sejumlah sentimen positif, baik dari eksternal maupun domestik.

>>> INDEF: Peluang Krisis 1998 Terulang Kecil, Risiko Perlambatan Ekonomi Tetap Besar

Pada perdagangan Jumat (12/6/2026), IHSG ditutup melonjak 2,07 persen ke level 6.007,6.

Penguatan indeks saham juga diikuti oleh rupiah di pasar spot yang menguat 0,7 persen ke posisi Rp 17.860 per dolar AS.

Faktor eksternal seperti ekspektasi kesepakatan damai AS-Iran dan koreksi harga minyak mentah di bawah US$ 90 per barel menjadi pendorong.

Dari dalam negeri, pasar merespons positif pernyataan pemerintah terkait efisiensi anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penurunan target pembangunan koperasi desa Merah Putih hingga 50 persen.

>>> Jerman Hancurkan Curaçao 7-1 di Laga Perdana Piala Dunia

Sentimen Pekan Depan dan Analisis Teknikal

Pekan depan, investor akan menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (18/6). Konsensus memperkirakan BI Rate akan naik 25 bps menjadi 5,75 persen.

Secara teknikal, indikator MACD telah membentuk golden cross yang memicu histogram positif. Namun, stochastic RSI sudah berada di area overbought dan berpotensi death cross.

IHSG diperkirakan masih berpotensi menguji level MA20, sehingga bergerak pada kisaran support 5.900-6.000 dan resistance 6.150-6.220.

>>> Musisi Oliver Tree Tewas dalam Kecelakaan Helikopter di Brasil

KB Valbury Sekuritas menyarankan pemodal untuk mencermati aktivitas perdagangan dan memaksimalkan keuntungan dari enam saham pilihan, termasuk AADI hingga ANTM pada perdagangan Senin (15/6/2026).