Umat Islam akan menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah pada Minggu, 14 Juni 2026. Pergantian tahun dalam kalender Hijriah menjadi momentum untuk introspeksi diri dan meningkatkan kualitas ibadah.

Bulan Muharram, yang merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah, termasuk dalam empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT.

>>> Akses Kalender Jawa Online Meningkat Jelang 1 Suro 1960

Keistimewaan ini disebutkan dalam Al-Qur'an surat At-Taubah ayat 36.

Para ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak amal kebajikan, ibadah, dan menjauhi maksiat selama bulan ini.

Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah puasa sunnah, khususnya puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram.

Keutamaan puasa Asyura dijelaskan dalam hadis sahih dari Abu Qatadah RA. Rasulullah SAW bersabda, "Aku berharap kepada Allah agar puasa itu dapat menghapus dosa-dosa setahun yang lalu."

Selain puasa Asyura, Rasulullah SAW juga menganjurkan puasa Tasu'a pada tanggal 9 Muharram sebagai pembeda dengan tradisi puasa kaum Yahudi.

>>> Kenaikan BI Rate Dinilai Tingkatkan Daya Tarik Surat Utang Negara

Beliau bersabda, "Jika aku masih hidup sampai tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada hari kesembilan (Muharram)."

Mayoritas ulama menganjurkan pelaksanaan puasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram secara bersamaan. Sebagian ulama bahkan menambahkan puasa tanggal 11 Muharram untuk menyempurnakan sunnah.

Selain berpuasa, umat Islam juga diimbau memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur'an, bersedekah, mempererat silaturahmi, serta memanjatkan doa.

Momentum Tahun Baru Hijriah juga mengingatkan pada peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah sebagai simbol perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

Para ulama mengingatkan bahwa keberhasilan seorang Muslim diukur dari sejauh mana ia mampu memperbaiki amal dan meningkatkan ketakwaan.

>>> Jerman Gilas Curacao 7-1 dan Pecahkan Rekor Gol Terbanyak Piala Dunia

Bulan Muharram menjadi waktu yang tepat untuk melakukan muhasabah diri.