INDEF: Peluang Krisis 1998 Terulang Kecil, Risiko Perlambatan Ekonomi Tetap Besar
Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai peluang terulangnya krisis finansial seperti yang terjadi pada 1998 relatif kecil.
Meski demikian, risiko perlambatan ekonomi tetap besar dan perlu diwaspadai.
>>> Jerman Hancurkan Curaçao 7-1 di Laga Perdana Piala Dunia
Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF, M Rizal Taufikurahman, mengungkapkan bahwa kombinasi suku bunga tinggi, pelemahan daya beli, dan perlambatan investasi menjadi faktor yang perlu diantisipasi.
Ia juga menyoroti volatilitas pasar keuangan yang dapat menekan penyaluran kredit dan meningkatkan risiko kredit bermasalah secara bertahap.
Perbedaan Kondisi dengan Krisis 1998
Rizal menjelaskan, perbedaan mendasar kondisi sektor keuangan Indonesia saat ini dengan saat krisis 1998 terletak pada sumber risikonya.
Pada 1998, krisis dipicu oleh lemahnya fundamental perbankan, utang valas yang tinggi, dan pengawasan yang lemah.
>>> Musisi Oliver Tree Tewas dalam Kecelakaan Helikopter di Brasil
Akibatnya, pelemahan rupiah langsung berubah menjadi krisis sistemik. Sementara itu, saat ini permodalan perbankan, pengawasan, dan jaring pengaman keuangan jauh lebih kuat.
Risiko pun bergeser dari krisis perbankan menjadi perlambatan sektor riil akibat tekanan global dan domestik. Sistem keuangan Indonesia dinilai masih cukup resilien menghadapi gejolak global.
Namun, ketahanan tersebut harus dibuktikan melalui kemampuannya mendukung pertumbuhan ekonomi.
Rizal menegaskan bahwa perbankan yang sehat tidak cukup jika intermediasi melemah, kredit produktif melambat, dan sektor riil kehilangan momentum.
>>> 13 Negara Peserta Piala Dunia 2026 Protes Keras Kritik Aleksander Ceferin
Tantangan utamanya adalah menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan yang lebih inklusif.
Update Terbaru
Nusrtdinov Zayan Fatih Lolos ke Youth Olympic Games 2026
Senin / 15-06-2026, 04:34 WIB
Akses Kalender Jawa Online Meningkat Jelang 1 Suro 1960
Senin / 15-06-2026, 04:34 WIB
Kenaikan BI Rate Dinilai Tingkatkan Daya Tarik Surat Utang Negara
Senin / 15-06-2026, 04:33 WIB
Jerman Gilas Curacao 7-1 dan Pecahkan Rekor Gol Terbanyak Piala Dunia
Senin / 15-06-2026, 04:32 WIB
Goldman Sachs Pangkas Proyeksi Harga Minyak Brent 2027 Jadi US$ 80
Senin / 15-06-2026, 04:32 WIB
Warren Buffett Ungkap Lima Sumber Pendapatan Pasif Terbaik
Senin / 15-06-2026, 04:28 WIB
Harga Emas Antam 26 Agustus 2025 Naik Rp 3.000 Jadi Rp 1.932.000 Per Gram
Senin / 15-06-2026, 04:28 WIB
Pemprov DKI Jakarta Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Hingga Agustus 2026
Senin / 15-06-2026, 04:21 WIB
PBPI Jawa Timur Resmi Lantik Pengurus Padel Kota Madiun
Senin / 15-06-2026, 04:21 WIB
Tottenham Hotspur Siapkan Dana Besar untuk Cody Gakpo
Senin / 15-06-2026, 04:20 WIB
Pantai Gading Hadapi Ekuador di Laga Perdana Grup E Piala Dunia 2026
Senin / 15-06-2026, 04:20 WIB
Harga Emas Antam 25 Agustus 2025 Turun Menjadi Rp 1.929.000 Per Gram
Senin / 15-06-2026, 04:19 WIB
Pantai Gading Hadapi Ekuador di Laga Pembuka Grup E Piala Dunia 2026
Senin / 15-06-2026, 04:16 WIB
Belanda dan Jepang Imbang Tanpa Gol di Babak Pertama Piala Dunia 2026
Senin / 15-06-2026, 04:12 WIB






