Goldman Sachs Pangkas Proyeksi Harga Minyak Brent 2027 Jadi US$ 80

Goldman Sachs memangkas proyeksi rata-rata harga minyak mentah Brent untuk tahun 2027 menjadi US$ 80 per barel.
Angka ini turun dari perkiraan sebelumnya yang sebesar US$ 85 per barel.
>>> Warren Buffett Ungkap Lima Sumber Pendapatan Pasif Terbaik
Penurunan proyeksi tersebut dipicu oleh lonjakan pasokan global dan berlanjutnya penurunan permintaan minyak di pasar internasional. Hal ini dilansir dari Investor Daily pada Minggu (14/6/2026).
Peningkatan produksi minyak dari Amerika Serikat, Brasil, Guyana, Venezuela, dan Uni Emirat Arab diprediksi akan memperbesar pasokan global.
Sementara itu, perubahan struktural konsumsi energi di Tiongkok turut menekan pertumbuhan permintaan.
"Kami mengasumsikan bahwa lebih dari 10% kelemahan permintaan akan tetap ada seiring percepatan peralihan Tiongkok ke alternatif (misalnya kendaraan listrik)," tulis Goldman Sachs.
Proyeksi Jangka Pendek dan Risiko Geopolitik
Meskipun memangkas estimasi jangka panjang, Goldman Sachs tetap mempertahankan perkiraan harga Brent rata-rata sebesar US$ 90 per barel pada kuartal IV-2026.
Dampak gangguan pasokan akibat konflik geopolitik di Timur Tengah dinilai masih tertahan oleh kelebihan pasokan yang sudah terjadi.
Gangguan di Selat Hormuz sempat memangkas produksi minyak dan cairan energi dari Timur Tengah secara signifikan.
>>> Harga Emas Antam 26 Agustus 2025 Naik Rp 3.000 Jadi Rp 1.932.000 Per Gram
Namun, defisit pasokan global pada kuartal II-2026 diperkirakan hanya berkisar 5-6 juta barel per hari karena perlambatan permintaan.
Ekspor minyak dari negara-negara Teluk diproyeksikan baru kembali normal pada akhir Agustus 2026. Pemulihan arus pengiriman melalui Selat Hormuz diperkirakan mencapai 70%.
Ketidakpastian geopolitik dinilai tetap menjadi faktor utama yang memicu volatilitas harga minyak dalam beberapa tahun ke depan.
Apabila gangguan ekspor berlangsung lebih lama, harga Brent dapat menembus rata-rata US$ 110 per barel pada akhir 2026 dan berpotensi mencapai US$ 140 per barel pada 2027.
Sebaliknya, skenario normalisasi pasokan yang lebih cepat disertai pelemahan permintaan global dapat mendorong harga Brent turun ke kisaran US$ 70 per barel pada akhir 2026.
Pada 2027, harga bisa berada di sekitar US$ 60 per barel.
>>> Pemprov DKI Jakarta Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Hingga Agustus 2026
Pasar dinilai masih rentan terhadap guncangan pasokan akibat ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat yang mengganggu jalur Selat Hormuz.
Update Terbaru
Brazil Imbang Lawan Maroko di Piala Dunia 2026 Tanpa Neymar
Senin / 15-06-2026, 05:44 WIB
Enner Valencia dan Antonio Valencia Ternyata Bukan Saudara Kandung
Senin / 15-06-2026, 05:44 WIB
Emiliano Martinez Cedera, Argentina Siapkan Rulli Hadapi Aljazair
Senin / 15-06-2026, 05:43 WIB
Amerika Serikat dan Iran Sepakati Penghentian Perang di Swiss
Senin / 15-06-2026, 05:38 WIB
Peluang IKM Masuk Rantai Pasok Kendaraan Listrik Terbuka, Tantangan Standar dan Harga
Senin / 15-06-2026, 05:37 WIB
Kiandra Ramadhipa Juarai Moto3 Junior Estoril 2026
Senin / 15-06-2026, 05:36 WIB
Xiaomi 17T Pro vs OnePlus 15: Persaingan Flagship Premium Makin Sengit
Senin / 15-06-2026, 05:36 WIB
IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.007,65 pada Akhir Pekan
Senin / 15-06-2026, 05:36 WIB
UFC Beri Bonus Petarung Pakai Kripto WLF di Gedung Putih
Senin / 15-06-2026, 05:36 WIB
Timnas Portugal Kenakan Gelang Khusus untuk Hormati Diogo Jota di Piala Dunia 2026
Senin / 15-06-2026, 05:36 WIB
Pantai Gading vs Ekuador: Panggung Rivalitas Pemain Sunderland di Piala Dunia 2026
Senin / 15-06-2026, 05:36 WIB
Bayern Munchen Incar Sergino Dest Usai Tampil Apik di Piala Dunia
Senin / 15-06-2026, 05:33 WIB
AHRT Raih Tiga Podium di ARRC Motegi 2026
Senin / 15-06-2026, 05:33 WIB
Jerman Hancurkan Curacao 7-1 di Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Senin / 15-06-2026, 05:32 WIB






