Samuel Sekuritas Indonesia merekomendasikan aksi beli untuk saham BMRI, ANTM, AMMN, BUMI, dan TINS. Rekomendasi ini didasarkan pada prospek positif di paruh kedua 2026.

Head of Equity Research Samuel Sekuritas Indonesia, Prasetya Gunadi, menyebutkan bahwa saham bank berkualitas dan emiten komoditas berpendapatan dolar AS menjadi pilihan investasi paling menarik.

>>> Kenaikan BI-Rate Diprediksi Dongkrak Bunga Kredit dalam 3-6 Bulan

Hal ini disampaikan dalam riset yang dikutip dari Investor Daily pada Minggu (14/6/2026).

Saham Komoditas Unggulan

Untuk saham emiten logam dan batu bara, Samuel Sekuritas memilih Antam (ANTM), Amman Mineral Internasional (AMMN), Bumi Resources (BUMI), dan Timah (TINS).

Keempatnya memiliki pendapatan berbasis dolar AS.

ANTM dipilih karena eksposur terhadap harga emas dan berpotensi masuk indeks MSCI pada Agustus 2026.

AMMN menawarkan pendapatan dolar AS dari tembaga dan emas, dengan risiko penghapusan indeks MSCI yang telah berlalu.

BUMI juga direkomendasikan karena eksposur tinggi terhadap harga jual rata-rata batu bara dalam dolar AS.

>>> Kiandra Ramadhipa Juarai Moto3 Junior Estoril 2026

Namun, transisi skema Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dengan tenggat 31 Desember 2026 perlu dipantau.

Prasetya menilai peluang penurunan lebih lanjut pada saham komoditas relatif terbatas dari sisi kebijakan. Meski demikian, kepercayaan investor masih membutuhkan waktu untuk pulih sepenuhnya.

Sektor Perbankan

Di sektor perbankan, BMRI menjadi pilihan utama karena kualitas aset yang kuat. Proyeksi imbal hasil dividen sekitar 9 persen juga menjadi daya tarik.

Samuel Sekuritas menetapkan target harga untuk BMRI sebesar Rp 6.000 per lembar.

Sementara itu, target harga untuk ANTM Rp 4.600, AMMN Rp 7.000, BUMI Rp 300, dan TINS Rp 7.000 per lembar saham.

Prasetya menambahkan bahwa fase terburuk bagi pasar saham Indonesia kemungkinan besar telah terlewati.

>>> Warga RI Masuk Jajaran Paling Suka Beramal se-Dunia, Ini Buktinya

Saham bank berkualitas dan emiten komoditas berpendapatan dolar AS menjadi pilihan investasi paling menarik untuk dicermati pada paruh kedua 2026.