Memasuki musim liburan sekolah, banyak keluarga mulai merencanakan perjalanan ke luar kota maupun destinasi wisata dalam kota.

Di tengah kenaikan harga BBM, mobil listrik menjadi alternatif menarik karena menawarkan biaya operasional yang lebih rendah.

>>> IHSG Melonjak 3,48% ke 6.216,05 pada Awal Pekan

Saat ini, terdapat beragam pilihan mobil listrik di rentang harga Rp 300 jutaan yang mencakup 7 model dari berbagai segmen.

Pilihan City Car, Hatchback, dan Kompak

Wuling Air EV Pro cocok bagi konsumen yang lebih banyak beraktivitas di area perkotaan. Desainnya kompak sehingga mudah dikendarai di jalanan padat untuk kebutuhan harian.

Wuling Binguo EV menjadi pilihan menarik di segmen mobil perkotaan dengan efisiensi tinggi. Mobil ini menawarkan kemudahan manuver untuk membelah kemacetan kota selama liburan.

Citroen e-C3 merupakan pilihan mobil listrik kompak lainnya yang andal untuk mobilitas harian di dalam kota. Karakter berkendaranya disesuaikan untuk kenyamanan aktivitas urban.

Aion UT adalah model kompak terbaru yang masuk dalam jajaran mobil listrik perkotaan yang efisien. Sangat praktis digunakan untuk menjelajah destinasi wisata di dalam kota.

>>> Rupiah Menguat ke Rp 17.700 per Dolar AS pada 15 Juni 2026

GWM Ora 03 adalah hatchback listrik bergaya retro-modern yang menawarkan tampilan unik. Pilihan tepat bagi konsumen yang mengutamakan desain berbeda dan karakter kuat.

Pilihan SUV dan MPV Keluarga

BYD M6 Standard merupakan MPV listrik dengan konfigurasi tiga baris kursi. Sangat cocok membawa anggota keluarga dalam jumlah banyak dengan ruang kabin dan bagasi yang luas.

Chery Omoda E5 Pure adalah SUV listrik yang layak dipertimbangkan karena kabinnya cukup lapang bagi keluarga.

Keunggulan utamanya terletak pada kapasitas baterai yang lebih besar dengan jarak tempuh mencapai 430 km.

Meski pilihan semakin beragam, calon konsumen perlu mempertimbangkan ketersediaan unit di diler.

>>> Harga Emas Antam 14 Juni 2026 Naik Jadi Rp2.729.000 Per Gram

Beberapa model yang masih tergolong baru di pasar berpotensi memiliki masa tunggu atau inden tertentu, tergantung pada wilayah dan jumlah stok.