Aktivitas jalan kaki terbukti memiliki efek positif bagi kesehatan jantung. Berbagai riset menunjukkan bahwa olahraga ringan ini mampu menurunkan tekanan darah hingga beberapa jam setelahnya.

Fenomena penurunan tekanan darah pasca-olahraga disebut post-exercise hypotension. Dampak ini dinilai sangat baik untuk menjaga stabilitas sirkulasi darah tubuh.

>>> 9 Kebiasaan Makan yang Menandakan Kecerdasan Tinggi Menurut Ahli

Sejumlah penelitian telah dilakukan untuk menemukan waktu ideal berjalan kaki agar manfaat optimal. Namun, hasil riset tersebut cukup bervariasi.

Beberapa studi menyebutkan bahwa berjalan kaki pada sore atau malam hari memberikan manfaat lebih besar.

Meski demikian, perbedaannya tidak terlalu signifikan dibandingkan riset lain yang mengamati manfaat jalan kaki di pagi hari.

Di sisi lain, pemilihan waktu olahraga yang terlalu larut juga perlu diwaspadai.

Ahli jantung di Stanford University School of Medicine, Jason V Tso, MD, menyebut olahraga intens menjelang tidur punya efek negatif.

Menurut Jason V Tso, aktivitas fisik intens, termasuk jalan kaki, bisa mempengaruhi kualitas tidur.

"Jadi bagi yang susah tidur setelah jalan cepat, boleh-boleh saja olahraga di waktu yang lain," katanya.

>>> Pemerintah Disarankan Moratorium Program Makan Bergizi Gratis untuk Evaluasi Total

Pada akhirnya, para pakar menyepakati bahwa waktu terbaik untuk jalan kaki adalah kapan saja, asalkan seseorang memiliki waktu luang.

Dibandingkan pilihan waktu, ada faktor lain yang lebih berpengaruh pada manfaat jalan kaki.

Faktor yang Memengaruhi Manfaat Jalan Kaki

Konsistensi menjadi faktor utama. Manfaat terbesar akan datang ketika seseorang rutin bergerak selama beberapa pekan atau bulan.

Kondisi awal tekanan darah juga berperan. Makin tinggi tekanan darah saat memulai, makin besar perbedaan yang teramati setelahnya.

Gaya hidup buruk seperti kurang tidur, stres kronis, dan diet tinggi natrium dapat menghambat hasil optimal. Kecepatan jalan juga penting karena berkaitan dengan intensitas olahraga.

The American Heart Association merekomendasikan aktivitas fisik intensitas sedang setidaknya 150 menit per pekan, dan jalan kaki termasuk di dalamnya.

>>> Bea Masuk Antidumping Kertas Karton dari Korea, Malaysia, dan Taiwan Mulai 25 Juni 2026

Kesadaran terhadap kesehatan sejak dini perlu ditingkatkan. Data CKG mencatat saat ini 1 dari 5 remaja sudah mengalami hipertensi.