Pihak Amerika Serikat juga menyuarakan optimisme tinggi terhadap kelancaran distribusi komoditas energi global pasca-kesepakatan. Dorongan diberikan kepada sektor maritim internasional.

"Kapal-kapal Dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir!"

>>> Kiandra Ramadhipa Juarai Moto3 Junior Estoril 2026

tulis Trump.

Sebelum kesepakatan ini mencuat, pihak perunding dari Iran sempat melontarkan kritik tajam terhadap efektivitas komitmen Amerika Serikat.

Kritik tersebut muncul setelah militer Israel melancarkan serangan ke pinggiran selatan Beirut yang menyasar kelompok Hizbullah.

Negosiasi sempat diwarnai keraguan mengenai keseriusan Washington dalam mengendalikan situasi di lapangan. Hal itu disampaikan melalui pesan digital sebelum pengumuman damai dirilis.

"Serangan terbaru Israel menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki kemauan dan kemampuan untuk memenuhi komitmen Anda," tulis Qalibaf.

Kementerian Luar Negeri Iran secara resmi menyatakan Washington ikut bertanggung jawab atas agresi Israel tersebut.

Korps militer tertinggi Iran bahkan sempat mengeluarkan peringatan kesiapsiagaan tempur yang tinggi untuk menyerang jantung musuh jika situasi eskalasi berlanjut.

Merespons dinamika di Beirut, Presiden Amerika Serikat menyesalkan momentum serangan militer tersebut. Ia menilai tindakan itu mengganggu proses negosiasi damai yang sedang berada di fase krusial.

"Serangan pagi ini di Beirut seharusnya tidak terjadi, terutama pada hari istimewa ketika kita begitu dekat dengan Kesepakatan Perdamaian dengan Iran," tulis Trump.

Di sisi lain, pemerintah Israel menegaskan posisi mereka yang berada di luar kesepakatan bilateral antara Washington dan Teheran.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dilaporkan terlibat perbedaan pandangan dengan pihak Amerika Serikat terkait pembatasan operasi militer di Lebanon.

Konflik bersenjata di Lebanon sendiri sempat meningkat sejak pecahnya perang antara poros Amerika Serikat-Israel melawan Iran pada Februari lalu.

>>> IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.007,65 pada Akhir Pekan

Berdasarkan draf perjanjian, Amerika Serikat bersedia mencairkan aset Iran senilai US$ 25 miliar dengan komitmen Iran menjaga status quo nuklir mereka.