Gallo menjelaskan bahwa video game dirancang sangat adiktif dan berdampak negatif pada pengaturan emosi, fokus, dan kontrol impuls anak.

Ancaman lain adalah predator anak di platform game online.

in1

Fitur pertemanan bebas membuat pelaku kejahatan dapat menargetkan anak-anak. Obrolan dalam game sulit dikontrol dan berisiko mengarah pada ujaran kebencian serta pelecehan.

Video game bertema aksi juga berisiko meningkatkan dorongan kekerasan pada anak.

Anak-anak mudah terpengaruh oleh apa yang mereka lihat, sehingga ahli menyarankan larangan game kekerasan bagi anak di bawah umur.

>>> Jadwal Bioskop Trans TV  20 – 21 Juni 2026

Sebagai alternatif, orang tua dapat mengalihkan pilihan pada video game berbasis pendidikan atau pengetahuan. Pendampingan dan komunikasi menjadi kunci utama.