Perencanaan dana pendidikan anak merupakan salah satu tanggung jawab finansial terpenting bagi orang tua. Biaya pendidikan cenderung meningkat setiap tahun dan sering kali lebih cepat dibanding kenaikan pendapatan.

Tanpa perhitungan yang matang, orang tua berisiko menghadapi tekanan keuangan saat anak memasuki usia sekolah. Menghitung kebutuhan dana pendidikan tidak bisa dilakukan secara asal.

in1

>>> Risiko Geopolitik Global Picu Volatilitas Pasar Keuangan

Orang tua perlu memahami komponen biaya, memperkirakan inflasi pendidikan, serta menyesuaikannya dengan jenjang pendidikan yang dituju.

Perencanaan ini sangat ideal dilakukan sejak anak masih kecil agar beban dana bisa dikelola secara bertahap.

Langkah Awal: Tentukan Jenjang Pendidikan

Langkah pertama adalah menentukan jenjang pendidikan yang ingin dicapai.

Orang tua harus memastikan apakah pendidikan anak hanya sampai sekolah menengah, perguruan tinggi dalam negeri, atau hingga luar negeri.

Setiap pilihan memiliki struktur biaya yang berbeda. Tipe sekolah yang diinginkan juga perlu ditentukan sejak awal, seperti sekolah negeri, swasta nasional, atau internasional.

Biaya pendaftaran, uang pangkal, dan SPP akan sangat berbeda di setiap jenis sekolah.

Penentuan tujuan pendidikan sejak awal memudahkan orang tua menyusun estimasi biaya secara lebih akurat dan terukur.

Hitung Estimasi Biaya Saat Ini

Biaya yang harus dicatat meliputi uang masuk, SPP bulanan atau tahunan, buku, seragam, kegiatan sekolah, dan biaya pendukung lainnya.

>>> Luca Zidane Debut Bersama Aljazair dan Hadapi Lionel Messi di Piala Dunia 2026

Orang tua disarankan mencatat seluruh komponen secara rinci.

Biaya tambahan sering kali menjadi pengeluaran terbesar yang terlupakan. Estimasi ini menjadi dasar perhitungan awal sebelum disesuaikan dengan inflasi.

Perhitungkan Inflasi Pendidikan