Pelaku usaha digital di Indonesia memerlukan dukungan nyata dari pemerintah agar target investasi ekonomi kreatif pada 2027 dapat tercapai.

Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menargetkan investasi sektor ekraf mencapai Rp133,74 triliun hingga Rp157,65 triliun pada 2027.

in1

>>> Prajogo Pangestu Borong 6,8 Juta Saham BREN untuk Investasi Pribadi

Angka itu lebih tinggi dari target 2026 sebesar Rp146,46 triliun, yang realisasinya baru mencapai 47% atau sekitar Rp61,33 triliun pada kuartal pertama tahun ini.

Peningkatan target investasi dinilai sebagai sinyal positif, namun berbagai tantangan industri perlu mendapat perhatian pemangku kebijakan.

Harapan Pelaku Usaha Digital

Pendiri Asosiasi Digital Kreatif (Aditif) Indonesia, Saga Iqranegara, mengatakan target investasi yang meningkat menunjukkan pengakuan pemerintah terhadap potensi ekonomi kreatif.

Namun, target tinggi harus diiringi instrumen pendukung seperti insentif fiskal, kemudahan perizinan, dan akses pembiayaan.

Ia menekankan perlunya peta jalan yang jelas untuk masing-masing subsektor ekonomi kreatif.

Pemerintah telah menetapkan 17 subsektor ekraf sejak 2018, termasuk aplikasi, gim, film, animasi, fesyen, kuliner, dan musik.

>>> Intip Koleksi Mobil Mewah Widiyanti Putri Bernilai Miliaran Rupiah

Saga berharap target tersebut didukung roadmap yang jelas agar benar-benar terealisasi.

Khusus subsektor digital, tantangan utama meliputi kesenjangan keterampilan talenta digital, akses pembiayaan yang sulit, penegakan hak kekayaan intelektual yang lemah, dan regulasi yang belum mengikuti model bisnis baru seperti gig economy dan konten AI.

Ia meminta pemerintah memberikan insentif fiskal, pelatihan dan sertifikasi talenta digital, fasilitas pembiayaan, serta dukungan akses pasar ekspor.

Dari subsektor animasi, Ketua Umum Asosiasi Industri Animasi Indonesia (Ainaki) Daryl Wilson menyatakan kerangka ekonomi nasional belum sepenuhnya memetakan sektor jasa animasi.

Laporan Indonesia Animation Report 2026 mencatat nilai industri animasi mencapai Rp798,15 miliar pada 2025, meningkat lebih dari 3,3 kali lipat dalam 10 tahun dengan pertumbuhan rata-rata 12,86% per tahun.

Daryl menambahkan bahwa sebagian besar studio masih kekurangan dana untuk ekspansi global, banyak karya animasi belum memiliki perlindungan HKI, dan studio berbasis IP sulit mengakses kredit perbankan.

>>> Honor Siap Luncurkan X80 Pro Max dengan Layar 10.000 Nits di China

Ia mendorong kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong industri ekonomi kreatif nasional.