Tokyo dipilih sebagai latar karena Miyajima tinggal di sana dan menyadari lemahnya hubungan antarmanusia di kota besar.

Ia mencontohkan tetangga di apartemen yang tidak saling mengenal, menggambarkan bahwa kedekatan fisik tidak selalu berarti kedekatan hati.

in1

Kesuksesan internasional serial ini menurutnya karena tema cinta bersifat universal. Hampir semua orang pernah jatuh cinta dan mengalami kesulitan dalam hubungan.

Miyajima berharap karyanya bisa diterima lintas budaya, seperti ia sendiri menikmati serial asing.

Ia mengaku terinspirasi oleh Breaking Bad, Lost, dan Game of Thrones. Karya-karya yang dicintai sering ditonton berulang kali, dan tanpa sadar konsep serupa masuk ke dalam karyanya sendiri.

Mengenai penggemar yang memiliki pendapat kuat tentang karakter favorit, Miyajima tidak secara aktif memasukkan reaksi mereka ke dalam cerita.

>>> The Apothecary Diaries Palace Chronicles Resmi Diluncurkan Secara Global

Namun, secara tidak sadar mungkin ada pengaruh di masa depan.

Pesan utama serial ini, menurut Miyajima, adalah: "Mari kita tetap mencintai, meskipun segalanya." Ia ingin pembaca bersenang-senang dan menemukan keberanian melalui kisah Kazuya.

Miyajima mulai menggambar sejak kecil dan terinspirasi oleh One Piece di masa SMP. Ia terpesona bahwa seorang seniman bisa menciptakan fiksi yang menggerakkan hati banyak orang.

Proses kreatifnya dimulai dari cerita. Untuk Rent-a-Girlfriend, ia mencari motif yang cocok, lalu mengumpulkan informasi dan materi.

Karakter yang paling dekat dengannya adalah Kazuya, yang menurutnya memiliki pemikiran yang hampir sama.

Gaya gambarnya berubah seiring waktu tanpa disengaja. Ketika melihat kembali bab awal, ia sendiri terkejut dengan perubahannya.

Hari kerja panjangnya dimulai pukul 06.30, menggambar dari pukul 07.00 hingga 23.00 dengan istirahat makan siang.