Gelombang Minyak Selat Hormuz Siap Banjiri Pasar Asia
Aliran minyak mentah yang sempat tertahan di Selat Hormuz diperkirakan segera mengalir menuju Asia.
Gelombang pasokan ini akan membanjiri wilayah yang dalam beberapa pekan terakhir telah berhasil mengatasi kekurangan stok.
>>> Austria Waspadai Kualitas Argentina Jelang Laga Grup J Piala Dunia 2026
Data Signal Group menunjukkan sekitar 31 kapal supertanker mengangkut sekitar 62 juta barel minyak mentah terjebak di Teluk Persia.
Puluhan kapal tersebut kini siap berlayar begitu jalur perairan resmi dibuka.
Jumlah riil muatan minyak di kawasan itu berpotensi lebih tinggi dari data resmi. Beberapa kapal ditengarai mematikan transponder satelit saat berada di lokasi.
Lonjakan pengiriman komoditas energi ini diprediksi terjadi setelah kesepakatan sementara ditandatangani Amerika Serikat dan Iran. Perjanjian tersebut menjadi kunci penting bagi pembukaan kembali akses selat.
Kargo minyak mentah dari Teluk Persia membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk sampai ke India. Sementara itu, waktu pelayaran menuju Asia Timur memakan waktu kurang lebih tiga minggu.
Kedatangan pasokan dalam jumlah besar ini terjadi saat sejumlah kilang di Asia telah mengamankan stok yang memadai untuk bulan ini dan bulan depan.
Langkah antisipasi itu diambil untuk menggantikan pasokan dari Timur Tengah.
Para pelaku usaha kilang di Asia juga dilaporkan akan memangkas tingkat pemrosesan minyak mentah. Kebijakan ini dipicu oleh tingginya harga komoditas yang mulai membatasi permintaan bahan bakar global.
Kondisi ini menandai perubahan drastis dari fase awal konflik. Pada masa awal ketegangan, harga minyak sempat melonjak tajam dan pasar global dikhawatirkan mengalami defisit pasokan parah.
Untuk menghadapi situasi tersebut, sejumlah kilang telah mengamankan pembelian dari wilayah alternatif seperti Amerika Serikat. China memilih mengurangi aktivitas belanja di pasar, sementara Jepang mengoptimalkan fasilitas penyimpanan domestik.
Update Terbaru
Harga Emas Dunia Turun 1,68 Persen Akibat Sentimen Suku Bunga AS
Jumat / 19-06-2026, 07:16 WIB
Harga Emas Berfluktuasi di Level Support US$ 4.000 Akibat Kebijakan Suku Bunga Tinggi The Fed
Jumat / 19-06-2026, 07:16 WIB
Republik Demokratik Kongo Tahan Imbang Portugal di Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 07:14 WIB
Purbaya Yudhi Sadewa Kantongi Dukungan Penuh PBOC untuk Penerbitan Panda Bond
Jumat / 19-06-2026, 07:14 WIB
Akademisi Dorong Berpikir Komputasional Diterapkan Sejak PAUD
Jumat / 19-06-2026, 07:14 WIB
Minum Jamu Kunyit Asam Kurangi Nyeri Menstruasi, Kenali Penyebab Kram Rahim
Jumat / 19-06-2026, 07:14 WIB
Harga Perak Melonjak Akibat Defisit Pasokan Global
Jumat / 19-06-2026, 07:13 WIB
Kanada Hajar Qatar 4-0, Diwarnai Cedera Patah Kaki dan Dua Kartu Merah
Jumat / 19-06-2026, 07:13 WIB
Kemenhaj Terima 72 Aduan Jemaah Terkait Travel Umrah Bermasalah
Jumat / 19-06-2026, 07:13 WIB
Saham Asia Diprediksi Menguat Usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Jumat / 19-06-2026, 07:13 WIB
OJK Tunjuk Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama BEI 2026-2030
Jumat / 19-06-2026, 07:12 WIB
Inggris Tekuk Kroasia, Kolombia Bungkam Uzbekistan di Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 07:12 WIB
MSCI Turunkan Penilaian Transparansi Informasi Pasar Modal Indonesia
Jumat / 19-06-2026, 07:12 WIB
Fortegra Tunjuk Anthony Katz sebagai Wakil Presiden Senior Bidang Pencadangan
Jumat / 19-06-2026, 07:12 WIB






