Produsen minyak di Teluk Persia seperti Abu Dhabi National Oil Co. dan Kuwait Petroleum Corp. juga aktif memasarkan pasokan.

Mereka mengeluarkan sebagian barel minyak dari jalur Selat Hormuz.

in1

Laju produksi minyak di Irak terpantau melonjak dan diproyeksikan terus meningkat. Aktivitas kapal tanker yang keluar dari Teluk Persia juga semakin intensif.

>>> BI Naikkan Suku Bunga Acuan ke 5,75%, Prioritas Stabilitas Rupiah

Tiga kapal supertanker yang dioperasikan perusahaan pelayaran nasional Arab Saudi, Bahri, terpantau muncul di Teluk Oman pada Kamis.

Kapal-kapal itu sebelumnya terakhir terdeteksi di Teluk Persia sekitar dua bulan lalu.

Besarnya volume banjir minyak membuat para penyuling di Asia mulai mengkaji opsi memasukkan barel minyak ke tangki penyimpanan operasional.

Pilihan lain adalah meningkatkan volume pemrosesan kilang.

Analis Goldman Sachs Group Inc. termasuk Daan Struyven mengatakan dalam catatan, "Kami sekarang berasumsi bahwa ekspor Teluk Persia kembali normal ke tingkat sebelum perang pada akhir Juli."

Pergerakan harga komoditas di pasar internasional langsung merespons potensi aliran minyak tersebut.

Kurva maju untuk minyak mentah acuan Timur Tengah seperti Dubai dan Murban bergeser ke pola contango bearish untuk pertama kalinya sejak konflik pecah.

Minyak mentah Oman pekan ini dihargai dengan diskon terhadap patokan utamanya di Dubai. Kondisi itu membalikkan keadaan pasar yang biasanya menerapkan harga premium.

Di sektor hilir, minimal satu kargo bahan bakar diesel telah diperdagangkan dengan diskon terhadap nilai patokan pekan ini.

Angka itu berbanding terbalik dengan harga premium yang sempat berlaku.

Sejumlah pelaku pasar mengungkapkan bahwa salah satu perusahaan penyulingan di Korea Selatan telah menawarkan produk sulingan dalam volume lebih besar dari biasanya.

Produk tersebut mencakup kategori solar hingga bahan bakar jet.

>>> Kanada vs Qatar di Piala Dunia 2026: Laga Krusial Grup B

Langkah para pengilang mempercepat penjualan pasokan ke pasar dilakukan menjelang pembukaan penuh jalur Selat Hormuz. Aksi korporasi ini didasari antisipasi terhadap potensi penurunan harga yang lebih dalam.