Kesepakatan AS-Iran Picu Penurunan Harga Minyak Dunia
Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan tajam pada akhir perdagangan Kamis (18/6/2026) setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan damai sementara yang membuka kembali Selat Hormuz.
Pelonggaran sanksi terhadap Iran berpotensi menambah pasokan energi global, memicu penurunan harga komoditas ini.
>>> Harga Bitcoin 19 Juni 2026 Anjlok 2,51 Persen Akibat Tekanan Dollar AS
Minyak mentah Brent merosot 1,85 dolar AS atau 2,33 persen menjadi 77,69 dolar AS per barel, level terendah sejak akhir Februari sebelum konflik.
Sementara itu, harga West Texas Intermediate (WTI) AS turun 1,89 dolar AS atau 2,46 persen ke 74,90 dolar AS per barel, posisi terendah sejak awal Maret.
Pasar merespons positif prospek pemulihan pasokan setelah kedua negara menandatangani nota kesepahaman yang mencakup 14 poin kesepakatan.
Analis senior Price Futures Group Phil Flynn mengatakan potensi pembukaan kembali Selat Hormuz menghilangkan premi risiko besar yang sebelumnya melekat pada harga minyak akibat terganggunya sekitar 20 persen aliran minyak global.
>>> BGN Hentikan Program Makan Gratis di 76 Sekolah Pulau Jawa
Ia menambahkan bahwa perbaikan situasi ini memberikan arah jelas bagi pemulihan sektor energi dunia, meskipun normalisasi penuh mungkin memerlukan waktu beberapa pekan untuk urusan asuransi, perbaikan, dan pelonggaran sanksi.
Melalui kesepakatan awal ini, Iran memberikan izin pelayaran bebas hambatan di Selat Hormuz selama masa negosiasi 60 hari, dengan target operasi penuh dalam 30 hari.
Perjanjian tersebut juga mewajibkan AS dan sekutunya menyiapkan paket pendanaan senilai 300 miliar dolar AS untuk ekonomi Iran, meskipun pembahasan program nuklir masih ditunda.
Bank investasi Goldman Sachs memperkirakan ekspor minyak dari negara-negara Teluk akan kembali normal pada akhir Juli 2026, disusul pemulihan produksi sepenuhnya pada Oktober mendatang.
>>> Khutbah Jumat: Hikmah dan Peristiwa Penting di Hari Asyura
Sementara itu, BNP Paribas memproyeksikan harga minyak tidak akan jatuh terlalu dalam di bawah 75 dolar AS per barel karena tingginya permintaan dan adanya gangguan pasokan lain, seperti serangan drone Ukraina ke kilang minyak Rusia pekan ini.
Update Terbaru
Pemerintah Pastikan Stok Beras Nasional Aman Hingga April 2027
Jumat / 19-06-2026, 10:37 WIB
Agnez Mo Resmi Jadi Pengisi Suara Film Animasi Musikal Groove Tails
Jumat / 19-06-2026, 10:37 WIB
Volkswagen Rilis ID Buzz Icon Collection dengan Personalisasi Interior
Jumat / 19-06-2026, 10:37 WIB
Rockstar Games Buka Prapesan GTA 6 Mulai 25 Juni 2026
Jumat / 19-06-2026, 10:37 WIB
Badan Gizi Nasional Sesuaikan Operasional Makan Bergizi Gratis Saat Libur
Jumat / 19-06-2026, 10:37 WIB
China Desak NATO Evaluasi Peran dalam Perdamaian Dunia
Jumat / 19-06-2026, 10:36 WIB
Spotify Luncurkan Fitur Reserved untuk Pembelian Tiket Konser Penggemar Loyal
Jumat / 19-06-2026, 10:36 WIB
5 Panduan Memilih Ukuran Sepatu Lari untuk Mencegah Cedera
Jumat / 19-06-2026, 10:36 WIB
Scoot dan Sony Pictures Hadirkan Pesawat Bertema Spider-Man
Jumat / 19-06-2026, 10:36 WIB
Volkswagen Rilis ID. Buzz Icon Collection dengan Interior Personal
Jumat / 19-06-2026, 10:36 WIB
Rockstar Buka Prapesan GTA 6 Mulai Juni 2026
Jumat / 19-06-2026, 10:36 WIB
TikTok: Pengguna Asia Tenggara Buka Aplikasi 15 Kali Sehari
Jumat / 19-06-2026, 10:36 WIB
Komdigi Tangani 9.263 Kasus Pembajakan Digital, Situs Ilegal Jadi Ancaman Terbesar
Jumat / 19-06-2026, 10:35 WIB
Panduan Lengkap Allo Bank Festival 2026: Jadwal dan Lineup Besok
Jumat / 19-06-2026, 10:35 WIB






