PT Pertamina (Persero) berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk memulangkan dua kapal tanker minyak yang sempat terjebak di Selat Hormuz.

Langkah ini menyusul kesepakatan perdamaian sementara antara Amerika Serikat dan Iran pada Kamis (18/6/2026).

in1

>>> Didit Prabowo Temui Jokowi di Solo Usai Malam 1 Suro

Dua kapal tersebut adalah Pertamina Pride dan Gamsunoro milik PT Pertamina International Shipping (PIS). Keduanya tidak bisa berlayar sejak perairan ditutup pada awal Maret 2026.

VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyatakan pihaknya menyambut baik kesepakatan tersebut. "Kami berharap kesepakatan antara AS dan Iran bisa memberikan dampak positif bagi geopolitik dunia," ujarnya.

Manajemen Pertamina terus memantau situasi keamanan di jalur maritim bersama otoritas terkait.

"Kami berkoordinasi dengan Kemenlu dan pihak terkait agar dua kapal bisa segera kembali menjalankan kargo," tegas Baron.

Kapal Pertamina Pride dijadwalkan membawa pasokan minyak mentah untuk kilang domestik di Cilacap. Sementara Gamsunoro sedang disewa oleh pihak ketiga.

>>> Ricky Perdana Beri Hadiah Cincin dan Kalung Unik dari ASI untuk Istri

Baron menekankan prioritas utama adalah keselamatan awak, kargo, dan kapal sebagai aset perusahaan. "Insyaallah tidak ada masalah.

Mohon doa terbaik untuk ketahanan energi masyarakat," tuturnya.

Dampak kesepakatan damai ini juga memicu penurunan harga minyak mentah dunia.

West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus turun mendekati US$75 per barel, sementara Brent ditutup di bawah US$80 per barel.

>>> Harga Emas Antam 19 Juni 2026 Anjlok Rp 30.000 Per Gram

Komando Pusat AS telah mencabut blokade lalu lintas kapal. Joint Maritime Information Center menyarankan kapal menggunakan rute dekat pantai Oman untuk menghindari risiko ranjau.