Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam setelah pasokan kembali mengalir ke pasar global.

Pemicunya adalah pergerakan kembali kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz pasca penandatanganan kesepakatan perdamaian sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

in1

>>> IHSG Melemah di Awal Sesi, Lima Saham Ini Justru Melesat

Mengutip Investasi, harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman Agustus 2026 turun 54 sen atau 0,68% menjadi US$ 78,31 per barel pada Jumat (19/6/2026) pukul 08.45 WIB.

Penurunan juga terjadi pada minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Juli 2026 yang merosot 46 sen atau 0,60% ke level US$ 76,14 per barel.

Kontrak tersebut akan berakhir pada Senin (22/6/2026).

Sementara itu, kontrak pengiriman Agustus 2026 yang lebih aktif diperdagangkan berada di US$ 75,06 per barel, turun 79 sen.

Kedua patokan harga sempat menyentuh titik terendah sejak awal Maret pada Kamis.

Hal ini terjadi saat beberapa kapal tanker berlayar melewati selat beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani kesepakatan dengan Iran.

Kapal yang melintas termasuk tiga kapal berbendera Arab Saudi yang membawa 6 juta barel minyak mentah, menandai akhir konflik mereka.

Para analis memproyeksikan perjanjian tersebut mampu melepaskan lebih dari 85 juta barel minyak yang sebelumnya tertahan di Teluk Timur Tengah.

>>> Wali Kota Bandung Perintahkan Alun-alun Tetap Ditutup Akibat Kerusakan

Selain itu, kesepakatan mencakup pencabutan sanksi AS terhadap minyak Iran yang akan menambah pasokan global.

"Para pedagang masih menunggu bukti konkret bahwa lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz benar-benar normal sebelum berkomitmen pada penurunan selanjutnya," kata Kepala Analis Pasar KCM, Tim Waterer.