Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memerintahkan agar Alun-alun Bandung tetap ditutup untuk umum. Keputusan ini diumumkan di Balai Kota Bandung pada Kamis (18/6/2026).

Penutupan dilakukan karena hasil proyek revitalisasi dinilai tidak memuaskan dan mengalami kerusakan. Kawasan ini sebelumnya sempat dibuka pada akhir tahun 2025.

in1

>>> IHSG Menguat ke Level 6.181 Usai MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia

Proyek revitalisasi Alun-alun Bandung menghabiskan anggaran Rp 2,8 miliar untuk tahap pertama dan Rp 4,0 miliar untuk tahap kedua.

Total dana yang digelontorkan mencapai Rp 6,8 miliar.

Kualitas Pengerjaan Dipertanyakan

Farhan menjelaskan bahwa penutupan murni disebabkan oleh kualitas pengerjaan kontraktor yang buruk. "Alun-alun teh gini, kenapa saya tutup waktu itu, karena pekerjaan dari renovasinya jelek.

Makanya saya tutup," ujarnya.

Ia mengidentifikasi adanya kesalahan mendasar dalam pelaksanaan proyek. Penutupan ini menjadi langkah tegas agar pihak terkait bertanggung jawab memperbaiki masalah fisik bangunan.

"Bukan apa-apa, saya kan minta diperbaiki lagi. Terus terang, ini sebetulnya kesalahan dari pemberi dan pelaksana pekerjaan.

>>> Netflix Konfirmasi All of Us Are Dead Season 2 Siap Tayang

Jadi saya minta perbaiki dulu," kata Farhan.

Ia mengingatkan bahwa infrastruktur Alun-alun langsung rusak sesaat setelah dibuka pada libur akhir tahun lalu. Menurutnya, kerusakan cepat itu membuktikan rendahnya mutu pengerjaan.

"Ingat nggak, waktu liburan akhir tahun 2025, kan dibuka. Karena baru, rusak.

Karena memang pekerjaannya jelek," tambahnya.

Pemerintah Kota Bandung belum bisa memastikan tanggal pembukaan kembali Alun-alun. Revitalisasi total ditargetkan agar area tersebut benar-benar nyaman bagi wisatawan.

>>> Hyundai E&C Hillstate Resmi Rekrut Megawati Hangestri Pertiwi untuk V-League

"Pokoknya sampai betul-betul selesai dan layak," tegas Farhan.