"Sampai kapal-kapal itu mulai bergerak secara konsisten lagi, skeptisisme tetap ada dan menahan penurunan harga."

Sebelum konflik pecah, sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia melintasi Selat Hormuz.

in1

Analis memperkirakan jalur perdagangan dapat kembali normal dalam beberapa bulan ke depan jika kesepakatan AS-Iran tetap stabil.

Sejumlah produsen di Timur Tengah juga mulai bersiap mengaktifkan kembali jalur ekspor.

Kuwait Petroleum Corp mengumumkan pada Kamis bahwa seluruh pemberitahuan force majeure selama perang telah dicabut dan berlaku segera.

Menteri Perminyakan Irak, Basim Mohammed, menyatakan ladang minyak di negaranya siap memulihkan produksi. Pengembalian tingkat produksi normal akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai kapasitas sebelumnya.

>>> IHSG Menguat ke Level 6.181 Usai MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia

Kendati demikian, ketegangan lain masih membayangi pasar karena Israel melanjutkan serangan terhadap Hizbullah di Lebanon. Situasi ini menimbulkan ketidakpastian mengenai daya tahan perjanjian damai antara AS dan Iran.