OJK Tanggapi Penurunan Penilaian Aksesibilitas Pasar Modal oleh MSCI
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan tanggapan terkait pengumuman MSCI yang menurunkan penilaian kriteria aksesibilitas arus informasi dan liberalisasi pasar valuta asing menjadi negatif.
Penurunan ini dipicu kekhawatiran investor asing mengenai transparansi struktur kepemilikan saham di Bursa Efek Indonesia.
>>> Jadwal Piala Dunia 2026: Laga Grup C dan D pada 20 Juni
Meski demikian, OJK menilai mayoritas aspek aksesibilitas pasar Indonesia secara umum tetap terjaga tanpa perubahan signifikan.
Penilaian negatif hanya diberikan pada dua dari total 18 kriteria aksesibilitas pasar yang ada.
Rincian Penilaian MSCI
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menjelaskan bahwa 10 kriteria aksesibilitas pasar modal Indonesia meraih penilaian double plus (++).
Enam kriteria lainnya memperoleh penilaian plus (+), sedangkan dua kriteria bernilai negatif (-) kini menjadi fokus utama perbaikan.
"Pada kriteria Information Flow dan Foreign Exchange Market Liberalization Level dinilai negatif, yang menunjukkan adanya concern untuk improvement," ujar Hasan dalam keterangan tertulis, Jumat (19/6/2026).
Hasan menerangkan bahwa evaluasi tersebut merupakan bagian dari proses yang berjalan selaras dengan reformasi pasar modal saat ini.
>>> Negara Teluk Siapkan Logistik Pembukaan Selat Hormuz Pasca Damai
MSCI telah mengakui sejumlah langkah perbaikan yang diterapkan oleh self regulatory organization (SRO) pasar modal, termasuk terkait tingkat kebebasan dalam transaksi efek menggunakan valas.
Sebagai langkah tindak lanjut, OJK terus berkoordinasi intensif dengan Bank Indonesia dan otoritas terkait untuk memastikan perbaikan ke depan dengan tetap memperhatikan mitigasi risiko.
Pihak SRO telah mendorong berbagai reformasi, seperti peningkatan kualitas data kepemilikan saham, penguatan keterbukaan informasi, pengembangan kerangka pelaporan beneficial ownership, dan peningkatan kapasitas surveillance.
Langkah-langkah ini mendapat respons positif dari lembaga penyedia indeks saham global lain seperti FTSE Russell dan MSCI.
Hasan menyatakan komitmen memperkuat koordinasi dan dialog konstruktif dengan penyedia indeks global serta investor asing agar reformasi dipahami secara menyeluruh.
>>> Xiaomi SU7 Tabrak Gundukan Tanah Gagal Deteksi, ADAS Dipertanyakan
"Kami memandang masukan MSCI sebagai bagian dari proses perbaikan yang konstruktif. Dengan konsistensi reformasi, kami optimis kualitas dan daya saing pasar modal Indonesia akan terus menguat," pungkas Hasan.
Update Terbaru
Christian Pulisic Absen Latihan, AS Khawatir Hadapi Australia
Jumat / 19-06-2026, 13:08 WIB
Samsung Kembangkan Teknologi 3D Stacked FET untuk Chip Generasi Berikutnya
Jumat / 19-06-2026, 13:05 WIB
Apple Bersiap Naikkan Harga Produk Akibat Lonjakan Biaya Chip Memori
Jumat / 19-06-2026, 13:05 WIB
Gangguan Pembangkit PLN Picu Pemadaman Listrik di Jawa Tengah
Jumat / 19-06-2026, 13:05 WIB
Turki dan Paraguay Berebut Kemenangan Perdana di Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 13:05 WIB
KKP Gratiskan Biaya Pengurusan Sertifikat Mutu Hasil Perikanan
Jumat / 19-06-2026, 13:04 WIB
Kemnaker Mediasi PHK 133 Pekerja PT Amos Indah Indonesia
Jumat / 19-06-2026, 13:04 WIB
Cara Konsumsi Kafein yang Salah Bisa Picu Migrain
Jumat / 19-06-2026, 13:04 WIB
Polisi Tangkap Remaja Pelaku Duel Maut di Cilincing Jakarta Utara
Jumat / 19-06-2026, 13:04 WIB
Kejagung Segel Gudang Berisi 17.600 Motor Listrik Badan Gizi Nasional
Jumat / 19-06-2026, 13:04 WIB
Tiga Wakil Indonesia Lolos ke Perempat Final Macau Open 2026
Jumat / 19-06-2026, 13:01 WIB
BPJS Kesehatan Tanggung Biaya Penyakit Kronis Guna Cegah Kebangkrutan Pasien
Jumat / 19-06-2026, 13:01 WIB
10 Serial Netflix Teratas di Indonesia Hari Ini 18 April 2026
Jumat / 19-06-2026, 13:01 WIB






