Mobil listrik Xiaomi SU7 mengalami kecelakaan tunggal di China setelah sistem Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) gagal mendeteksi gundukan tanah di tengah jalan.

Insiden terjadi saat mobil melaju dengan fitur Lane Centering Control (LCC) aktif. Setelah melewati tikungan, gundukan tanah besar muncul di depan kendaraan.

in1

>>> Simulasi UMP DKI Jakarta 2026: Kelola Gaji Rp5,7 Juta untuk Bangun Tabungan

Sistem kecerdasan buatan pada Xiaomi SU7 tidak memperlambat laju mobil. Fitur pengereman darurat otomatis (autonomous emergency brake) juga dilaporkan gagal berfungsi.

Pengemudi tidak sempat menginjak rem manual karena jarak terlalu dekat. Mobil pun menabrak rintangan dengan keras hingga sempat terbang.

Akibat tabrakan, bumper depan, sebagian spatbor, dan pelindung bawah bodi terlepas. Meski kerusakan parah, sistem keselamatan pasif berfungsi baik.

>>> Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Energi Nasional Sepanjang 2025

Pengemudi tidak mengalami luka-luka dan baterai tidak menunjukkan tanda terbakar. Polisi lalu lintas kemudian mendatangi lokasi kejadian.

Diketahui bahwa ruas jalan tersebut belum resmi dibuka. Pengemudi mengaku melintas karena mengikuti rute peta navigasi digital.

Ia juga menegaskan tidak melihat rambu peringatan atau pembatas jalan di lokasi. Kasus ini memicu pertanyaan publik tentang keandalan ADAS Xiaomi SU7.

>>> J.D. Vance Batal Berangkat ke Swiss untuk Upacara Kesepakatan dengan Iran

Padahal, teknologi swakemudi Xiaomi SU7 diklaim mumpuni dengan 11 kamera, 12 sensor ultrasonik, satu radar gelombang milimeter, dan cip Nvidia 84 TOPS.