Wakil Presiden Amerika Serikat J. D.

Vance belum berangkat ke Swiss untuk menghadiri upacara penandatanganan nota kesepahaman dengan Iran. Rencana teknis terkait acara tersebut belum final.

in1

>>> Apakah Film The Furious (2026) Bakal Lanjut Season 2?

Juru bicara Gedung Putih dalam pernyataan pada Kamis (18/6) mengatakan bahwa rencana pembicaraan teknis mendatang belum final.

Delegasi AS siap berangkat begitu ada kesempatan.

"Aspek logistik dari negosiasi ini memang tidak pernah sederhana atau dapat diprediksi. Sampai saat ini, Wakil Presiden belum akan berangkat malam ini," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Pemerintah AS akan memberikan informasi spesifik mengenai langkah-langkah selanjutnya.

Rencana Perjalanan Masih Bergantung pada Iran

Sebelumnya, Vance mengatakan pada Kamis bahwa rencana perjalanannya ke Swiss untuk penandatanganan nota kesepahaman dengan Iran tetap berjalan.

Kemungkinan dilakukan akhir pekan ini.

Menurut Vance, jadwal kunjungan tersebut bergantung pada kapan perwakilan Iran sampai ke Swiss.

>>> Proses Pembuatan Nata de Coco dan Titik Kritis Kehalalannya

Menanggapi rencana awal penandatanganan di Swiss, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan memorandum tersebut sebenarnya telah ditandatangani oleh presiden kedua negara.

Oleh karena itu, upacara penandatanganan resmi tidak diperlukan.

Meski demikian, Iran menegaskan akan tetap berpartisipasi dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat.

Pada Minggu (14/6), Iran dan AS mengonfirmasi penyusunan memorandum kesepakatan telah selesai.

Pada Kamis malam hingga Jumat dini hari waktu setempat, kedua negara menandatangani dokumen tersebut secara jarak jauh.

Dokumen itu mengatur penghentian konflik militer yang disebut dimulai sejak 28 Februari.

Memorandum tersebut memberikan waktu 60 hari bagi kedua negara untuk merundingkan kesepakatan final terkait program nuklir Iran dan sanksi AS.

>>> Jadwal Bioskop Trans TV 20 - 21 Juni 2026

Selain itu, dokumen menetapkan jadwal bagi AS untuk mencabut blokade lautnya serta bagi Iran untuk memulihkan pelayaran melalui Selat Hormuz.