Proses Pembuatan Nata de Coco dan Titik Kritis Kehalalannya
Nata de coco merupakan bahan pelengkap populer dalam hidangan pencuci mulut karena teksturnya yang kenyal dan menyegarkan.
Makanan ini terbentuk dari hasil sintesis gula oleh bakteri Acetobacter xylinum melalui proses fermentasi yang unik.
>>> Jadwal Bioskop Trans TV 20 - 21 Juni 2026
Produk ini pertama kali dikembangkan di Filipina pada tahun 1973 dan diperkenalkan secara luas dua tahun kemudian.
Selain air kelapa, bakteri pengurai juga dapat diaplikasikan pada media lain seperti nanas atau singkong.
Formulasi dan Bahan Tambahan
Formulasi utama pembuatan nata de coco mengandalkan air kelapa tua dan starter bakteri.
Pertumbuhan bakteri didukung oleh beberapa bahan tambahan seperti gula pasir, cuka, dan ZA sebagai sumber nitrogen.
Bibit bakteri juga bisa diisolasi dari fermentasi buah nanas matang secara alami.
Kandungan Gizi dan Kalori
Dalam setiap 100 gram nata de coco, terkandung energi berkisar antara 70 hingga 100 kalori.
Jumlah kalori tersebut sangat dipengaruhi oleh kadar sirup atau gula yang ditambahkan.
Porsi terbesar dari makanan ini terdiri dari air dan serat pangan, dengan kandungan karbohidrat sebesar 19 gram serta gula 16 gram.
>>> Jadwal Salat Kota Bandung 19 Juni 2026 dari Bimas Islam Kemenag
Kadar protein dan lemak di dalamnya tercatat sangat rendah.
Titik Kritis Kehalalan
Penggunaan ZA atau urea dalam proses fermentasi tidak serta-merta membuat produk ini menjadi haram.
Bahan tersebut murni berfungsi sebagai nutrisi bagi perkembangan bakteri pengurai.
Aspek kehalalan justru lebih ditentukan oleh bahan penolong lain seperti karbon aktif atau enzim.
LPPOM MUI melaporkan bahwa sumber dari bahan-bahan tambahan ini wajib diperiksa secara saksama.
Karbon aktif yang berasal dari batuan atau tumbuhan tergolong aman, namun bahan dari tulang hewan memerlukan verifikasi lebih lanjut.
Media pertumbuhan untuk enzim mikrobial juga harus dipastikan bebas dari najis.
Tahap pembersihan menjadi fase krusial untuk memastikan produk terbebas dari sisa media fermentasi.
>>> Kanada Cukur Qatar 6-0, Raih Kemenangan Perdana di Piala Dunia
Konsumen diimbau untuk memprioritaskan produk yang telah mengantongi sertifikasi resmi.
Update Terbaru
5 Kebiasaan Tidur untuk Menjaga Otak Tetap Tajam
Jumat / 19-06-2026, 12:49 WIB
Kementan Peringatkan Risiko Penggunaan Paracetamol pada Tanaman Cabai
Jumat / 19-06-2026, 12:48 WIB
IHSG Melemah ke 6.127 Usai MSCI Turunkan Peringkat Transparansi Pasar Modal Indonesia
Jumat / 19-06-2026, 12:48 WIB
BPJPH Perkuat Ekosistem Halal Lewat Kerja Sama Kampus dan Industri
Jumat / 19-06-2026, 12:48 WIB
Posko SPMB Jaksel Tangani 1.294 Aduan Masyarakat
Jumat / 19-06-2026, 12:48 WIB
Gibran Tinjau Revitalisasi Pasar Lama Mbongawani di Ende, Pastikan Kesiapan Operasional
Jumat / 19-06-2026, 12:48 WIB
Jonathan David Saingi Lionel Messi di Puncak Top Skor Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 12:48 WIB
Kemenperin Matangkan Insentif Motor Listrik, Pakar Soroti Standar Keselamatan
Jumat / 19-06-2026, 12:46 WIB
Pemerintah Indonesia Kantongi Dukungan China untuk Terbitkan Panda Bond
Jumat / 19-06-2026, 12:46 WIB
Piala Dunia 2026 Catat Rekor Kartu Merah Tercepat
Jumat / 19-06-2026, 12:46 WIB
Ahn Hyo Seop Bintangi Drakor Romantis Komedi Sold Out On You, Tayang April 2026
Jumat / 19-06-2026, 12:46 WIB
The Trans Resort Bali Hadirkan Chef Michelin untuk Kuliner Eksklusif
Jumat / 19-06-2026, 12:45 WIB
Cara Mengatasi WiFi Lemot di HP dengan Mudah dan Praktis
Jumat / 19-06-2026, 12:45 WIB
Meksiko vs Korea Selatan: Jimenez dan Son Jadi Starter
Jumat / 19-06-2026, 12:45 WIB






