BGN Hentikan Program Makan Gratis di 76 Sekolah Pulau Jawa
Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di 76 sekolah di Pulau Jawa pada Kamis (18/6).
Kebijakan ini berdampak langsung terhadap 39.352 siswa.
>>> Khutbah Jumat: Hikmah dan Peristiwa Penting di Hari Asyura
Pemerintah akan melakukan refocusing dana ke sekolah-sekolah di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), serta untuk pemenuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Kriteria Penghentian
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menjelaskan bahwa pencoretan ini berdasarkan hasil pendataan berkala. Sekolah-sekolah tersebut dinilai mampu memenuhi kebutuhan gizi secara mandiri.
"Sekolah-sekolah yang tadi saya sebutkan, berdasarkan beberapa kriteria yang kami susun, secara mandiri mampu memenuhi kebutuhan gizi mereka.
Oleh karena itu, tidak lagi membutuhkan intervensi dari pemerintah," ujar Agustina.
Evaluasi menyeluruh akan terus berjalan secara dinamis. Jumlah sekolah yang dicoret dari daftar penerima bantuan masih berpotensi bertambah seiring proses pendataan lapangan.
>>> Pemerintah Targetkan Terbitan Panda Bonds Setara 1 Miliar Dolar AS pada Juni 2026
Penentuan kelayakan penerima program didasarkan pada indikator ketat, meliputi tingkat kerentanan gizi, kondisi sosial ekonomi, hingga akses pangan.
Siswa dari keluarga kelas ekonomi menengah ke atas atau kelompok desil tinggi otomatis dicoret.
"Bagi yang secara mandiri bisa memenuhi gizinya karena kondisi-kondisi yang tadi mungkin secara ekonomi berada di desil yang tinggi itu, maka tidak akan diberikan program Makan Bergizi Gratis ini," kata Agustina.
Langkah pengetatan ini diambil untuk memastikan pemanfaatan dana APBN berjalan maksimal. Evaluasi berkala difokuskan untuk mencapai target sasaran masyarakat yang paling membutuhkan intervensi gizi pemerintah.
>>> Didit Prabowo Temui Jokowi di Solo Usai Hadiri Acara Suro
"Sekali lagi hal ini kami lakukan agar program makan bergizi gratis ini benar-benar efektif diberikan kepada yang tepat sasaran dan efisien, sehingga APBN pun bisa lebih kita efisienkan lagi, kita hemat," pungkas Agustina.
Update Terbaru
Komdigi Tangani 9.263 Kasus Pembajakan Digital, Situs Ilegal Jadi Ancaman Terbesar
Jumat / 19-06-2026, 10:35 WIB
Panduan Lengkap Allo Bank Festival 2026: Jadwal dan Lineup Besok
Jumat / 19-06-2026, 10:35 WIB
Meksiko Kalahkan Korea Selatan 1-0, Kokoh di Puncak Grup A
Jumat / 19-06-2026, 10:32 WIB
Filipina Dorong ASEAN-Rusia Perkuat Kerja Sama Lawan Siber dan Ancaman Maritim
Jumat / 19-06-2026, 10:32 WIB
Meksiko Kunci Tiket Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Usai Tekuk Korea Selatan
Jumat / 19-06-2026, 10:32 WIB
Harga Minyak Dunia Merosot Akibat Prospek Melimpahnya Pasokan Global
Jumat / 19-06-2026, 10:32 WIB
Bank Raya Gelar Lelang Raya Poin untuk Dongkrak Transaksi Digital
Jumat / 19-06-2026, 10:29 WIB
IHSG Berfluktuasi Tajam ke 6.154, Saham ZONE Justru Melejit ARA
Jumat / 19-06-2026, 10:28 WIB
KKP Gratiskan Pengurusan Sertifikat Mutu Hasil Perikanan
Jumat / 19-06-2026, 10:28 WIB
Meksiko Kalahkan Korea Selatan 1-0 di Piala Dunia 2026, Boikot Media Warnai Kekalahan
Jumat / 19-06-2026, 10:28 WIB
Bank Raya Pacu Transaksi Digital Lewat Lelang Raya Poin hingga 2027
Jumat / 19-06-2026, 10:28 WIB
KKP Gratiskan Biaya Sertifikat Mutu Hasil Perikanan
Jumat / 19-06-2026, 10:28 WIB
30 Contoh Ucapan Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026
Jumat / 19-06-2026, 10:26 WIB
GOTO Rampungkan Buyback Saham Seri A, Siapkan Program Baru Rp3,5 Triliun
Jumat / 19-06-2026, 10:24 WIB






