Harga Bitcoin mengalami penurunan signifikan pada Jumat, 19 Juni 2026. Berdasarkan data dari CoinMarketCap, aset kripto terbesar ini merosot 2,51 persen dalam 24 jam terakhir.

Pada pukul 08.50 WIB, Bitcoin diperdagangkan di level 62.890,29 dollar AS.

in1

>>> BGN Hentikan Program Makan Gratis di 76 Sekolah Pulau Jawa

Nilai tersebut setara dengan sekitar Rp 1,21 miliar dengan kurs Rp 17.794 per dollar AS.

Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini tercatat sebesar 1,26 triliun dollar AS atau sekitar Rp 22.460 triliun.

Dalam sepekan terakhir, harga Bitcoin sudah turun 0,78 persen.

Penyebab Pelemahan Bitcoin

Penurunan ini dipicu oleh kebijakan agresif Federal Reserve (The Fed) yang memperkuat dollar AS. Langkah tersebut mendorong investor menarik dana dari aset berisiko seperti kripto.

>>> Khutbah Jumat: Hikmah dan Peristiwa Penting di Hari Asyura

Dalam 24 jam, Bitcoin terkoreksi hingga 2,89 persen menjadi 62.854,95 dollar AS. Pasar kripto secara keseluruhan juga melemah 2,43 persen.

Kondisi ini menunjukkan adanya risk aversion di kalangan investor. Selain itu, korelasi Bitcoin dengan emas mencapai 80 persen, menandakan kedua aset dipengaruhi faktor makroekonomi yang sama.

Sebelumnya, pada Kamis, 18 Juni 2026 pukul 12.10 WIB, Bitcoin sudah mulai bergerak di zona merah.

Saat itu harganya masih di 63.679,59 dollar AS, namun sehari kemudian jatuh ke 62.830,34 dollar AS.

>>> Pemerintah Targetkan Terbitan Panda Bonds Setara 1 Miliar Dolar AS pada Juni 2026

Kini Bitcoin masih berkutat di bawah level 63.000 dollar AS. Para pelaku pasar terus memantau kebijakan The Fed yang menjadi sentimen utama pergerakan harga.