Harga perak mengalami penurunan signifikan hingga mencapai level US$ 64,62 per ons troi pada Jumat (19/6).

Pelemahan ini dipicu oleh sinyal hawkish dari bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), yang mengindikasikan pengetatan kebijakan moneter.

in1

>>> Strategi Kelola Keuangan Hadapi Risiko Inflasi 2026

Dampak dari sikap The Fed tersebut bahkan mengalahkan sentimen positif dari kesepakatan damai antara AS dan Iran.

Sinyal Kenaikan Suku Bunga

Berdasarkan laporan Trading Economics, The Fed memutuskan untuk tidak mengubah suku bunga pada Rabu (17/6).

Namun, bank sentral tersebut memberikan indikasi kuat untuk mendukung kenaikan suku bunga pada sisa tahun ini.

Kenaikan biaya pinjaman modal menjadi faktor utama yang mengurangi daya tarik komoditas berharga seperti perak.

>>> Indeks Nikkei Jepang Cetak Rekor Tertinggi Berkat Reli Saham AI

Aset yang tidak memberikan imbal hasil langsung menjadi kurang diminati oleh pelaku pasar.

Di sisi lain, investor menyambut baik kelancaran jalur pengiriman di Selat Hormuz setelah kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran.

Kebijakan ini diharapkan dapat mengakhiri konflik yang sempat mengganggu pasokan energi global.

Meski situasi mulai membaik, para pelaku perdagangan tetap waspada.

>>> Simpan Asset Management: Tekanan Fiskal dan Nilai Tukar Jadi Sumber Utama Risiko Makro

Pemulihan total aktivitas pelayaran dan arus energi diperkirakan masih membutuhkan waktu berbulan-bulan sejak konflik pecah pada akhir Februari.