Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti dampak ketidakpastian global terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG sempat merosot ke bawah level 6.000 beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG tercatat melemah 1 persen ke level 6.158,29. Pelemahan ini merupakan lanjutan dari perdagangan sebelumnya.

in1

>>> Biaya Operasional Geely EX2 Rute Jakarta-Bandung: Hanya Rp 44.000 untuk Listrik

Meskipun terjadi tekanan, OJK menilai likuiditas pasar modal tetap memadai. Tekanan jual investor asing juga masih terkendali.

Resiliensi Pasar Modal

Direktur Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik OJK, Nailin Ni'mah, menyatakan bahwa meskipun ada tekanan, pasar modal menunjukkan resiliensi.

"Terdapat tekanan terhadap IHSG yang masih berlanjut pada pekan Juni 2026, namun resiliensi pasar tetap terjaga," ujarnya.

>>> Meritokrasi Dinilai Kunci Utama Penunjukan Dirut Danantara Sumberdaya Indonesia

OJK terus melanjutkan pendalaman pasar modal untuk memperkuat stabilitas. Upaya ini membuahkan hasil positif, terlihat dari peningkatan jumlah investor domestik yang signifikan.

Nailin menambahkan, "Pertumbuhan jumlah investor menjadi 27 juta, serta penghimpunan dana korporasi yang kuat, menunjukkan pasar modal tetap menjalankan perannya sebagai sumber pembiayaan jangka panjang."

BEI juga mengambil langkah strategis dengan mengimplementasikan reformasi keterbukaan informasi melalui pengungkapan pemilik manfaat akhir (UBO).

>>> 10 Tempat Sunat di Bekasi Lengkap dengan Kisaran Biaya

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Kristian Manullang, mengatakan langkah ini akan memperkuat kepercayaan investor dan meningkatkan kredibilitas pasar modal.