Badan Gizi Nasional (BGN) mengalihkan distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari sejumlah sekolah ke penerima manfaat lain.

Langkah ini diambil untuk memperbaiki tata kelola program prioritas pemerintah.

in1

>>> Kolombia Taklukkan Uzbekistan 3-1 di Laga Perdana Grup K Piala Dunia 2026

Pengalihan ini menyasar 76 sekolah di Pulau Jawa dengan total 39.352 siswa. Para siswa tersebut dinilai sudah mampu memenuhi kebutuhan gizi secara mandiri.

Anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk sekolah-sekolah itu kini dialihkan ke lapisan masyarakat yang lebih membutuhkan.

Hal ini disampaikan oleh perwakilan BGN dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026).

"Pemerintah mengalihkan ke sekolah lain, ke tempat lain, ke daerah 3T, ke ibu hamil, ibu menyusui, dan balita," kata Agustina dalam konferensi pers tersebut.

Penyesuaian jumlah penerima manfaat diproyeksikan terus bertambah seiring pembaruan kualitas data yang dilakukan BGN.

>>> AS Akhiri Blokade Selat Hormuz Setelah Iran Sepakati Perdamaian

"Agar pada akhirnya kami benar-benar bisa melakukan refocusing penerima manfaat kepada rakyat Indonesia dan anak-anak yang benar-benar membutuhkan," tuturnya.

Selain itu, penyaluran program MBG akan dihentikan sementara selama masa libur sekolah, yaitu 22 Juni hingga 13 Juli 2026.

Penghentian sementara ini diklaim mampu menghemat anggaran negara hingga Rp3,45 triliun.

Penghematan berasal dari penghentian insentif harian sebesar Rp6 juta untuk dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

>>> HRC Tunjuk Mikihiko Kawase Gantikan Alberto Puig sebagai Team Manager MotoGP

"Jumlah SPPG yang telah beroperasi 27.820, dikalikan dengan insentif per hari itu selama 18 hari, maka kita sudah bisa melakukan efisiensi insentif SPPG itu sebesar Rp3,45 triliun," ujarnya.