Pemerintah mengambil langkah cepat untuk merespons penurunan harga telur dan daging ayam di tingkat peternak. Caranya dengan mengoptimalkan program makan bergizi gratis (MBG).

Strategi ini bertujuan mendorong penyerapan produk peternakan secara nasional. Kebijakan tersebut diharapkan menjaga kesejahteraan peternak di tengah fluktuasi pasar.

in1

>>> Beijing Luncurkan SMS Satelit BeiDou untuk Komunikasi Darurat

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengonfirmasi koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diminta menyajikan menu ayam atau telur tiga kali seminggu.

"Kami langsung telepon Kepala BGN, menyampaikan kalau bisa dalam satu minggu, biasanya konsumsi telur satu kali, bisa menjadi tiga kali, termasuk ayam," ujar Andi Amran.

Usulan peningkatan frekuensi konsumsi tersebut telah disepakati BGN. Langkah ini diambil untuk mendongkrak nilai jual komoditas peternakan yang sedang melemah.

>>> Jumat, Samsat Keliling Ditlantas Polda Metro Jaya Ada di 14 Wilayah

"Sehingga harga mulai merangkak naik, dan itu kita sepakati semua," kata Andi Amran.

Selain itu, Kementerian Pertanian menggelar dialog dengan pelaku usaha peternakan. Mereka merumuskan langkah penanganan lanjutan untuk menstabilkan harga.

>>> Ribuan Warga Malaysia Antre Kerja di Infineon Technologies Melaka

"Kami mengumpulkan peternak-peternak untuk ayam dan telur, kami kumpulkan, kami diskusi. Kemudian memberikan beberapa solusi," pungkas Andi Amran.