Prabowo Instruksikan Kelanjutan Program Pertanian di Papua dengan Anggaran Rp5,5 Triliun
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar program pengembangan sektor pertanian di Papua terus berjalan.
Arahan ini disampaikan saat menerima laporan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 18 Juni 2026.
>>> Kredit Perbankan Tumbuh 11,51 Persen, Sektor Investasi Jadi Motor Utama
Pemerintah pusat telah mengalokasikan dana besar untuk mempercepat pembangunan agraris di Papua. Untuk tahun anggaran 2025 dan 2026, total suntikan dana mencapai lebih dari Rp5,5 triliun.
"Kami berikan bantuan di sana (Papua) tahun ini Rp3,2 triliun, tahun lalu Rp2 triliun, totalnya Rp5,5 triliun lebih.
Kami laporkan kepada Bapak Presiden, beliau mengatakan ini lanjutkan. Bantuan ini bantuan langsung ke rakyat," ujar Amran.
Penyaluran dana tersebut dialokasikan untuk pengadaan hibah alat transportasi pertanian, mesin traktor, serta perluasan lahan sawah baru.
Upaya ini dilakukan untuk mendongkrak kapasitas produksi pangan di wilayah timur Indonesia.
Aspirasi Daerah dan Hilirisasi Perkebunan
Kementerian Pertanian sebelumnya mengadakan pertemuan dengan sekitar 200 utusan daerah asal Papua, termasuk gubernur, bupati, kepala dinas, dan kelompok tani.
Pertemuan itu digelar untuk menghimpun aspirasi serta kebutuhan riil di lapangan.
>>> Citroen Luncurkan Mobil Listrik e-C3X Murah di India, Harga Mulai Rp 130 Juta
Sejumlah pemerintah daerah mengusulkan perluasan area cetak sawah baru demi memperkuat ketahanan pangan regional.
"Kemudian sawah, bahkan dari beberapa provinsi meminta cetak sawah ditambah, termasuk Papua Barat dan lain-lain. Ini kita tambah," kata Amran.
Selain fokus pada komoditas pangan pokok, pemerintah mempercepat program hilirisasi perkebunan dengan menggandeng BUMN pangan.
Sektor ini difokuskan pada peningkatan nilai jual komoditas unggulan seperti kopi, kakao, kelapa, jambu mete, dan tebu.
Anggaran senilai Rp9,5 triliun telah dialokasikan untuk mendukung koridor hilirisasi komoditas perkebunan sepanjang 2025-2027.
Program ini ditargetkan menyasar area kebun rakyat seluas 870.000 hektare yang tersebar di seluruh kabupaten di Papua.
"Kami sudah lakukan bersama teman-teman BUMN pangan di 2025. Kami lanjutkan 2026 dan 2027.
>>> Oppo Buka Pre-order Reno16 Series di Indonesia dengan Bonus Rp5,1 Juta
Total luasan untuk petani itu adalah 870 ribu hektare termasuk tanah Papua, seluruh kabupaten di Papua," pungkas Amran.
Update Terbaru
Huawei Ajukan Paten Ponsel Lipat Tiga Vertikal Mirip Galaxy Z Flip
Kamis / 18-06-2026, 21:56 WIB
Galaxy Tab A9+ Terima Pembaruan Perangkat Lunak dengan Patch Keamanan Mei 2026
Kamis / 18-06-2026, 21:55 WIB
Pembaruan Keamanan Juni 2026 Hadir untuk Galaxy Z Flip 6
Kamis / 18-06-2026, 21:55 WIB
Samsung Resmi Luncurkan Galaxy A37 di Korea Selatan
Kamis / 18-06-2026, 21:55 WIB
Rupiah Melemah ke Rp 17.794 per Dolar AS Usai BI Naikkan Suku Bunga
Kamis / 18-06-2026, 21:55 WIB
OJK Tetapkan Jeffrey Hendrik sebagai Dirut BEI Periode 2026-2030
Kamis / 18-06-2026, 21:55 WIB
Perluasan Basis Pajak: Mencari Penerimaan di Kandang Sendiri?
Kamis / 18-06-2026, 21:55 WIB
Cara Cek Desil Bansos Online 2026 dengan Mudah Lewat Situs dan Aplikasi
Kamis / 18-06-2026, 21:55 WIB
Galaxy S27 Dikabarkan Tak Punya Upgrade Layar dan Kamera Signifikan
Kamis / 18-06-2026, 21:53 WIB
One UI 9.0 untuk Galaxy S24 Kian Dekat, Firmware Terdeteksi
Kamis / 18-06-2026, 21:52 WIB
Samsung Mulai Uji Coba One UI 9.0 untuk Galaxy S23
Kamis / 18-06-2026, 21:52 WIB
Bengkel Spesialis Ingatkan Konsumen Teliti Kondisi Mobil Peugeot Bekas
Kamis / 18-06-2026, 21:52 WIB
Bank DBS Indonesia Fokus pada Layanan Wealth Management untuk Nasabah Affluent
Kamis / 18-06-2026, 21:52 WIB
5 Aplikasi Alternatif iCloud untuk Backup Data iPhone
Kamis / 18-06-2026, 21:52 WIB






