Mobil listrik Jaecoo J5 EV diklaim mampu memangkas biaya operasional hingga 88 persen dibandingkan kendaraan konvensional.

Klaim ini disampaikan manajemen Jaecoo berdasarkan perhitungan terhadap mobil bermesin pembakaran internal (ICE) 1.500 cc turbo.

>>> Roberto Martinez Ungkap Alasan Pertahankan Cristiano Ronaldo Melawan RD Kongo

Dalam simulasi, mobil ICE dengan jarak tempuh harian 50 kilometer atau 1.500 kilometer per bulan membutuhkan biaya bahan bakar Rp81.250 per hari.

Dengan asumsi harga BBM RON 92 Rp16.250 per liter, total pengeluaran BBM mencapai Rp2.500.000 per bulan.

Jika ditambah biaya perawatan rutin Rp2.000.000, total pengeluaran tahunan mobil konvensional mencapai Rp31.250.000.

Sementara itu, biaya harian konsumsi energi Jaecoo J5 EV hanya Rp9.600 dengan asumsi harga listrik Rp1.700 per kWh.

Pengeluaran energi bulanan mobil listrik ini setara Rp290.000. Ditambah biaya perawatan berkala Rp500.000, total pengeluaran tahunan Jaecoo J5 EV hanya Rp4.000.000.

Jaecoo J5 EV dibekali baterai berkapasitas 60,9 kWh yang mampu menempuh jarak maksimal 461 kilometer berdasarkan pengujian NEDC.

>>> 55 Persen Jamaah Haji Indonesia Sudah Pulang ke Tanah Air

Business Unit Director Jaecoo Indonesia, Jim Ma, mengatakan teknologi SHS tidak hanya efisien tetapi juga memberikan performa berkendara maksimal.

Efisiensi ini berdampak positif pada penjualan Jaecoo J5 EV di Indonesia. Mobil listrik ini menjadi yang terlaris di tanah air dengan tren kenaikan konsisten selama beberapa bulan.

Pada Maret, wholesales J5 EV mencapai 2.959 unit dan retail sales 2.775 unit.

Angka tersebut naik pada April menjadi wholesales 3.179 unit dan retail sales 2.944 unit.

Memasuki Mei, performa penjualan tetap stabil dengan wholesales dan retail sales sama-sama 3.000 unit.

>>> Polisi Periksa Davina Karamoy sebagai Saksi Kasus Hanania Travel

Berkat pencapaian itu, Jaecoo masuk lima besar mobil terlaris di Indonesia untuk periode Mei 2026.