Pameran seni kontemporer Art Basel resmi dibuka untuk kunjungan publik mulai 18 hingga 21 Juni 2026 di Swiss.

Ajang bergengsi ini menampilkan karya seni bernilai miliaran dolar dari 290 stan galeri terpilih.

>>> Google Resmi Luncurkan Android 17 untuk Perangkat Pixel

Pameran ini menjadi pembuktian bagi galeri elite dunia di tengah situasi pasar seni global yang berjuang pulih setelah kontraksi dua tahun terakhir.

Tata Ruang Pameran dan Ruang Privat

Lantai dasar pameran disediakan bagi galeri mapan yang menjual karya seni penting berusia lebih tua.

Lantai kedua diisi galeri yang lebih kecil dengan seniman muda.

Terdapat ruang pamer privat rahasia di lantai tiga untuk transaksi pasar sekunder demi menjaga anonimitas penjual dan pembeli.

Marc Payot, Presiden Hauser & Wirth, menegaskan bahwa penggunaan ruang privat tersebut semata-mata menjadi perpanjangan dari stan utama akibat keterbatasan ruang pameran.

Namun, perwakilan Thaddaeus Ropac Gallery mengungkapkan fungsi berbeda dari ruang privat tersebut.

"Sebagian besar adalah karya dari pasar sekunder, yang ingin dijual kolektor tanpa diketahui publik luas," kata Thaddaeus Ropac, Pemilik Galeri.

Galeri tersebut mengonfirmasi penjualan lukisan karya Pierre Soulages seharga lebih dari US$3 juta di stan utama.

Sementara itu, karya di ruang privat mereka ditaksir bernilai melampaui US$10 juta.

Kondisi Pasar Seni Global

Berdasarkan laporan Art Basel dan UBS Group AG, pasar seni global tahun 2025 tumbuh 4 persen menjadi US$59,6 miliar setelah terkontraksi dua tahun.

>>> PLN Lakukan Pemadaman Bergilir di Depok dan Bekasi untuk Pemeliharaan Jaringan

Angka ini masih di bawah puncak tahun 2022 sebesar US$67,8 miliar.

Noah Horowitz, CEO Art Basel, mengatakan bahwa penjualan luar biasa di rumah lelang tidak serta-merta mengalir ke pasar seni kelas menengah maupun yang sedang berkembang.