Museum Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN) kembali menghadirkan rangkaian pameran seni terbaru.

Agenda bertajuk Where Are We in Time: A Season Across Shifting Landscapes ini resmi dibuka untuk publik mulai Juni 2026.

>>> Timnas Indonesia U-19 Hadapi Australia di Semifinal Piala AFF 2026

Koleksi yang dipamerkan menyuguhkan narasi sejarah, perkembangan teknologi, isu lingkungan, hingga penelusuran identitas manusia.

Ragam tema tersebut dihadirkan melalui sorotan pada lanskap kolonial, tradisi Borneo, hingga nostalgia perfilman Indonesia era 1990-an.

Direktur Museum MACAN, Venus Lau, menjelaskan bahwa musim pameran ini menjadi momen penting untuk memfokuskan kembali perhatian pada kawasan Asia Tenggara.

Wilayah ini dinilai sebagai lanskap yang dinamis dan terus dibentuk oleh kebudayaan, ingatan, teknologi, serta daya imajinasi.

"Pameran ini mengajak kita bertanya, di mana posisi kita dalam waktu?

Sejarah seperti apa yang membentuk cara kita melihat dunia saat ini dan masa depan seperti apa yang bisa kita bayangkan bersama," ujarnya dalam pembukaan pameran, Kamis (11/6/2026).

Para pencinta seni dapat menikmati eksibisi kolektif Menelan Cakrawala yang berlangsung hingga 5 September 2026.

Sementara itu, empat pameran tunggal lainnya akan dibuka untuk pengunjung hingga 4 Oktober 2026.

Lima Pameran dengan Tema Beragam

Pameran kelompok bertajuk Menelan Cakrawala menjadi ruang yang menelusuri proses konstruksi lanskap dari sudut pandang kolonial hingga refleksi kontemporer.

Bagian ini menyoroti eksploitasi alam serta krisis ekologi global melalui karya lintas generasi, mulai dari maestro Raden Saleh hingga I Nyoman Masriadi.

Melalui deretan lukisan dan dokumen arsip, eksibisi ini menegaskan bahwa visualisasi alam tidak pernah berdiri sendiri secara netral.