Museum MACAN Buka Lima Pameran Seni Baru Bertajuk Where Are We in Time
Cara pandang manusia terhadap lingkungan selalu berkelindan dengan relasi kuasa, motif ekonomi, dan dinamika sosial pada zamannya.
Selanjutnya, perupa asal Singapura, Dawn Ng, mempersembahkan instalasi bertajuk Atlantis II.
Menggunakan material es, karya ini mengeksplorasi konsep waktu, kefanaan, sekaligus menjadi refleksi visual atas iklim tropis yang terus berubah.
>>> HBAT Catat Laba Bersih Rp2,7 Miliar Sepanjang 2025
Instalasi tersebut mendokumentasikan fase es yang mencair dan perlahan menghilang.
Dawn Ng memanfaatkan proses perubahan wujud ini untuk mengajak publik merenungkan arti keberadaan, rasa kehilangan, serta bekas yang ditinggalkan oleh roda waktu.
Pada ruang berbeda, Marcos Kueh menyajikan karya tekstil dalam eksibisi Kenyalang Circus.
Seniman ini meramu ulang simbol sakral kebudayaan masyarakat Borneo menggunakan metode manufaktur modern dan estetika visual kontemporer.
Pendekatan artistik tersebut digunakan untuk mengkritisi pergeseran nilai warisan tradisi saat bersinggungan dengan pasar ekonomi global.
Eksibisi ini sekaligus memicu diskusi mengenai batasan antara upaya konservasi budaya dan komodifikasi identitas daerah.
Sementara itu, Riar Rizaldi menghadirkan Period Piece yang memadukan medium film dan instalasi seni.
Karya ini menelisik titik temu antara perkembangan teknologi, catatan sejarah masa kolonial, dan dampak industri ekstraktif yang kerap melupakan narasi sejarah masa lalu.
Daya tarik utama instalasi ini terletak pada rekonstruksi atmosfer ruang bioskop era 1990-an yang memicu memori kolektif penonton.
Riar Rizaldi berupaya menstimulasi pengunjung untuk meninjau kembali keterikatan antara teknologi modern, kebudayaan, dan ingatan masa lalu.
Terakhir, Ruth Marbun memfungsikan Ruang Seni Anak lewat proyek interaktif berjudul Beradu Padu.
Seniman yang akrab disapa Utay ini mengundang anak-anak untuk mengeksplorasi bentuk dan tekstur melalui permainan langsung dengan berbagai material fisik.
Karya interaktif tersebut dirancang sebagai respons terhadap masifnya paparan arus informasi dalam keseharian generasi muda.
>>> Pemerintah Diminta Segera Salurkan Bansos Tunai Jaga Daya Beli Masyarakat
Melalui konsep partisipatif, Beradu Padu bertujuan memantik daya imajinasi, ruang belajar, serta semangat kolaborasi pada anak-anak.
Update Terbaru
Buffalo Bills Hadapi Ujian Berat di Laga Pembuka Melawan Houston Texans
Senin / 27-07-2026, 02:14 WIB
PGDX 2026 Siap Digelar Akhir Juli di SMX Convention Center Manila
Senin / 27-07-2026, 02:07 WIB
GM Raup 70 Sen dari Setiap Dolar Langganan, Hanya 4 Sen dari Penjualan Mobil
Senin / 27-07-2026, 02:07 WIB
Jimmie Johnson Kembali ke No. 48 untuk Balap Perpisahan di Daytona 500 2027
Senin / 27-07-2026, 02:01 WIB
Utah Talons Kalahkan Chicago Bandits 2-1 di Laga Pembuka Final AUSL
Senin / 27-07-2026, 02:01 WIB
Lucas Glover Protes Teknik AimPoint dengan Melepas Sepatu di 3M Open
Senin / 27-07-2026, 02:00 WIB
Jalen Brunson Masuk Klub Tanpa Hambatan, Michael Porter Jr. Harus Diperiksa
Senin / 27-07-2026, 02:00 WIB
Pelaku Serangan Pride Berlin Tewas dalam Baku Tembak dengan Polisi
Senin / 27-07-2026, 01:56 WIB
Percakapan Terakhir Oliver Tree dengan Sang Ibu: Antusiasme untuk Perjalanan Helikopter yang Fatal
Senin / 27-07-2026, 01:56 WIB
Profesor Sejarah Temukan Harta Karun Emas Zaman Besi Terbesar di Inggris
Senin / 27-07-2026, 01:56 WIB
Jika Internet Padam Global, Kekacauan dan Satu Miliar Orang Diprediksi Tewas
Senin / 27-07-2026, 01:56 WIB
Olah TKP Klinik Kebayoran Baru, Polisi Amankan Bantal Biru dan Sepeda Motor
Senin / 27-07-2026, 01:22 WIB
Pengemudi Tabrak Peserta Parade LGBT di Berlin, 1 Tewas dan 16 Luka
Senin / 27-07-2026, 01:21 WIB
PDIP Sejalan dengan Prabowo dalam Bela Negara dan Kepentingan Nasional
Senin / 27-07-2026, 01:21 WIB







