Per Mei 2026, total pembiayaan Bank Mega Syariah tumbuh 7,20 persen menjadi lebih dari Rp9,9 triliun dibandingkan posisi Mei 2025 sebesar Rp9,3 triliun.

Outstanding pembiayaan komersial mencapai lebih dari Rp5,7 triliun.

Secara year to date, angka tersebut tumbuh 13,22 persen dibandingkan posisi Desember 2025 sebesar Rp5,17 triliun.

Kinerja pembiayaan komersial ditopang dua sub-segmen utama: pembiayaan korporasi dengan porsi 43,76 persen dari total pembiayaan bank atau lebih dari Rp4,4 triliun, dan Business Banking dengan kontribusi 13,86 persen atau senilai lebih dari Rp1,4 triliun.

Guritno mengatakan sektor pendidikan dan kesehatan masih menjadi kontributor utama pertumbuhan pembiayaan korporasi Bank Mega Syariah.

Kedua sektor tersebut dinilai memiliki fundamental kuat, kebutuhan relatif stabil, dan prospek pertumbuhan positif seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pendidikan dan kesehatan.

>>> Google Luncurkan Smart Speaker Baru dengan Gemini Live, Harga Rp1,7 Juta

Perseroan juga melihat peluang pembiayaan pada infrastruktur, komoditas, perdagangan, transportasi dan logistik, serta berbagai sektor jasa lainnya yang memiliki prospek usaha baik.