Kemen P2MI dan Kemlu Perkuat Sinergi untuk Program SMK Go Global
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani dan Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir membahas penguatan sinergi antar kementerian untuk mendukung Program SMK Go Global.
Pertemuan itu berlangsung di Jakarta pada Jumat, sebagaimana disampaikan dalam siaran pers Kementerian P2MI.
>>> Rano Karno: Sejarah Ulama Jakarta Perlu Dihidupkan Kembali
Christina menilai kedua kementerian memiliki hubungan kerja yang strategis dalam pelindungan dan penempatan pekerja migran Indonesia (PMI).
Menurutnya, kehadiran perwakilan RI di luar negeri menjadi faktor penting dalam mendukung proses penempatan yang aman dan legal.
"Kami tidak bisa bekerja sendiri.
Kami membutuhkan Kemlu sebagai mitra utama melalui dukungan seluruh perwakilan RI di luar negeri, terutama dalam proses verifikasi job order dan pelindungan pekerja migran Indonesia," kata Christina.
Pada pertemuan tersebut, ia juga membahas evaluasi integrasi sistem dan data antar kementerian.
>>> PLN Terapkan Manajemen Beban Listrik di Jawa Akibat Gangguan Pembangkit
Isu itu menjadi krusial seiring implementasi Program SMK Go Global yang tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga memastikan lulusan terserap ke pasar kerja internasional.
"Program SMK Go Global memiliki orientasi berbeda dan kita tidak hanya melatih calon pekerja migran, tetapi juga memastikan mereka dapat ditempatkan.
Karena itu, ukuran keberhasilannya adalah penempatan yang nyata," ujar dia.
Christina menjelaskan bahwa saat ini Kementerian P2MI telah memiliki Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI) yang memuat seluruh proses penempatan dan telah terkoneksi dengan beberapa perwakilan RI melalui Sistem Peduli WNI.
"Peran perwakilan RI sangat penting karena mereka yang melakukan verifikasi terhadap job order yang masuk ke sistem.
>>> Samsung Rilis Patch Keamanan Juni 2026 untuk Galaxy S24 FE
Karena itu, kami ingin memastikan seluruh proses berjalan baik dan tidak ada hambatan ketika program tersebut mulai dijalankan secara masif," demikian Christina.
Update Terbaru
Marc Cucurella Resmi Pindah ke Real Madrid dari Chelsea
Jumat / 19-06-2026, 15:53 WIB
Harga Emas Antam 19 Juni 2026 Stagnan Sore Ini
Jumat / 19-06-2026, 15:52 WIB
Tim Cook Beri Sinyal Kenaikan Harga Produk Apple
Jumat / 19-06-2026, 15:52 WIB
BABYMONSTER Jadi Wajah Baru Oppo Reno16 Series, Pre-order Dibuka di Indonesia
Jumat / 19-06-2026, 15:52 WIB
Pentagon Akui Grok AI Digunakan untuk Targetkan Ribuan Misil ke Iran
Jumat / 19-06-2026, 15:52 WIB
DFSK Resmi Debutkan E5 PLUS Setir Kanan, Kapan ke Indonesia?
Jumat / 19-06-2026, 15:52 WIB
Chery J6 EREV Terpantau di Jalanan, Siap Hadir di Indonesia?
Jumat / 19-06-2026, 15:52 WIB
Sandisk Luncurkan Koleksi Resmi Piala Dunia 2026, Termasuk Flashdisk Berbentuk Peluit
Jumat / 19-06-2026, 15:52 WIB
Harga Pangan 18 Juni 2026 Naik Dipimpin Cabai dan Beras
Jumat / 19-06-2026, 15:49 WIB
Iran Bebaskan Biaya Melintas di Selat Hormuz Selama 60 Hari
Jumat / 19-06-2026, 15:49 WIB
Final IBL 2026: Pelita Jaya Hadapi Debutan Bogor Hornbills
Jumat / 19-06-2026, 15:49 WIB
BSI dan BAZNAS Salurkan Zakat Rp1 Triliun, Luncurkan Green Zakat
Jumat / 19-06-2026, 15:49 WIB
Pemerintah Siapkan Paket Stimulus Ekonomi Lanjutan Kuartal III
Jumat / 19-06-2026, 15:49 WIB
Rupiah Melemah ke Rp17.804 per Dolar AS pada 19 Juni 2026
Jumat / 19-06-2026, 15:49 WIB






